Masjidil Aqso
Pada waktu nabi SAW melakukan isro' mi'roj, nabi SAW telah melakukan perjalanan spiritual yang dibimbing dari masjidil haram menuju masjidil aqso dimalam hari, kemudian lanjut naik ke langit......
Namun saya yakin banyak diantara kalian yang belum tahu, bahwa tempat yang disebut sebagai masjidil aqso pada waktu itu ternyata bukanlah bangunan masjid, sebagaimana yang kalian kenal sekarang ini...... Tempat yang disebut masjidil aqso pada waktu itu hanyalah sebuah tanah lapang yang tidak terurus dipenuhi serakan bongkahan bongkahan batu..........
Bangunan masjidil aqso sebagaimana dikenal sekarang, yaitu berupa bangunan masjid adalah dibangun pada masa khalifah umar bin khottob, yaitu ketika menaklukan dan memasuki palestina tanpa perlawanan penduduk setempat........ Lalu sesampainya dipalestina, dicarilah tanah lapang yang diceritakan oleh mendiang nabi SAW sebagai tempatnya mi'roj....... Tanah lapang itu adalah tanah berbatu yang tidak terurus, kemudian didirikanlah masjid diatasnya...... Jadilah dia masjidil aqso sebagaimana dikenal sekarang...........
Nah yang menarik adalah "kenyataan" bahwa Allah menyebut tanah lapang berbatu itu sebagai "masjid", padahal bukan masjid dalam artian "bangunan masjid", walau terkemudian didirikan masjid mengikuti inspirasi tersebut........
Jadi apa itu masjid??.....
Masjid itu ternyata pengertiannya bukan hanya sekedar bangunan batu....... masjid itu dari kata sujud, maksudnya adalah tempat bersujud....... Jadi tempat dimanapun dimuka bumi ini, bisa jadi masjid....... "masjid alam", sebagaimana dahulu saya juga menyebut jabung sebagai "masjid"...... walaupun tidak ada bangunan masjidnya.......
Dan kenyataannya Allahpun menyebut tanah lapang penuh batu sebagai masjid.......
Sabtu, 16 April 2016
Guru saya
Guru Saya
Abah Ahsan Maliki adalah salah seorang guru saya..... dahulu saya sering menginap dirumahnya, jadi saya tahu sampai keisi isi dapurnya...... Beliau adalah orang yang baik, yang sholeh, menurut pengetahuan saya........
Maka dengarkanlah nasehatnya, ambillah pelajaran darinya...... Banyak ilmu yang bisa kalian petik darinya.......
Abah ahsan maliki, sebagai seorang mursyid, insyaallah sudah tidak perlu diragukan lagi, keilmuan batiniahnya juga mumpuni......
Saya senang jikalau diantara murid murid saya mau bersilaturahmi dan mengambil hikmah pelajaran dari abah ahsan.........
Ahsan Maliki itu adalah nama pemberian gurunya, yaitu syeh abdurrohman ahmad badawi mranggen demak, nama pemberian orang tuanya adalah agus harmanto....... Guru SMA adalah pekerjaannya..... Mursyid thoriqoh qodiriyah wa naqsabandiah adalah kedudukannya......
Penjelasan penjelasan yang lain saya rasa tidak perlu, atau mungkin bisa dikomunikasikan langsung kepada abah ahsan.....
Walau sejak awal Fatwa Kehidupan memang berdiri sendiri, penuh kesusahan dan kesulitan, banyak pertentangan pro dan kontra, namun sampai sejauh ini kita baik baik saja...... memang tidak mudah untuk berdiri diatas kaki sendiri, beban dan tantangannya berat, namun justru tantangan itulah seninya hidup, dimana hidup ini tidak akan mekar, tidak akan beraroma harum tanpa sebuah perjuangan......
Namun perlu mengingat satu hal, bahwa guru itu selamanya adalah guru..... melalui abah ahsan malikilah dahulu kala saya diperkenalkan tentang Tuhan, dimana keadaan saya saat itu hanyalah pemuda yang tidak mengerti apa apa..... Jasanya itu adalah sesuatu yang mungkin tidak mampu saya balas sampai kapanpun...... Maka memuliakan guru adalah sebuah darma bakti, yang sudah sewajarnya, sudah selumrahnya saya lalukan.......
Semoga Allah merahmati kita semua......
Abah Ahsan Maliki adalah salah seorang guru saya..... dahulu saya sering menginap dirumahnya, jadi saya tahu sampai keisi isi dapurnya...... Beliau adalah orang yang baik, yang sholeh, menurut pengetahuan saya........
Maka dengarkanlah nasehatnya, ambillah pelajaran darinya...... Banyak ilmu yang bisa kalian petik darinya.......
Abah ahsan maliki, sebagai seorang mursyid, insyaallah sudah tidak perlu diragukan lagi, keilmuan batiniahnya juga mumpuni......
Saya senang jikalau diantara murid murid saya mau bersilaturahmi dan mengambil hikmah pelajaran dari abah ahsan.........
Ahsan Maliki itu adalah nama pemberian gurunya, yaitu syeh abdurrohman ahmad badawi mranggen demak, nama pemberian orang tuanya adalah agus harmanto....... Guru SMA adalah pekerjaannya..... Mursyid thoriqoh qodiriyah wa naqsabandiah adalah kedudukannya......
Penjelasan penjelasan yang lain saya rasa tidak perlu, atau mungkin bisa dikomunikasikan langsung kepada abah ahsan.....
Walau sejak awal Fatwa Kehidupan memang berdiri sendiri, penuh kesusahan dan kesulitan, banyak pertentangan pro dan kontra, namun sampai sejauh ini kita baik baik saja...... memang tidak mudah untuk berdiri diatas kaki sendiri, beban dan tantangannya berat, namun justru tantangan itulah seninya hidup, dimana hidup ini tidak akan mekar, tidak akan beraroma harum tanpa sebuah perjuangan......
Namun perlu mengingat satu hal, bahwa guru itu selamanya adalah guru..... melalui abah ahsan malikilah dahulu kala saya diperkenalkan tentang Tuhan, dimana keadaan saya saat itu hanyalah pemuda yang tidak mengerti apa apa..... Jasanya itu adalah sesuatu yang mungkin tidak mampu saya balas sampai kapanpun...... Maka memuliakan guru adalah sebuah darma bakti, yang sudah sewajarnya, sudah selumrahnya saya lalukan.......
Semoga Allah merahmati kita semua......
Al ulama' warosatul anbiya
Al ulama' warosatul anbiya
Ulama pewaris nabi........ siapakah mereka??.....
Urusan itu sudah di kapling sama para sahabat nabi, lalu para generasi setelahnya (tabi'in), sebagian besar ulama pewaris nabi adalah golongan mereka...... Hanya sebagian kecil dari golongan orang orang sekarang...........
Karena syaratnya terlalu ketat, sulit bisa tembus kesitu (ulama pewaris nabi)......
Yah, paling tidak walaupun belum jadi ulama, baru jadi alamak, yang penting kita seminimalnya hidup didunia tidak mengakibatkan kerugian kepada orang lain, tidak mengakibatkan kerusakan, tidak mengakibatkan penganiayaan kepada orang lain, tidak mengganggu orang lain, tidak menjadi beban orang lain, tidak mencederai orang lain........ syukur syukur sudah bisa bermanfaat bagi orang lain......
Dunia ini sudah tidak waras...... Sudah separo hancur...... Rasa rasanya tidak perlu ketinggian cita cita dalam keadaan seperti sekarang..... sudah tidak ikut ikutan merusak dunia saja sudah alhamdulillah......
Orang banyak yang mati sia sia didunia ini, entah mencari apa?...... Hidup tidak jelas, mati juga tidak jelas.....
Malah makin banyak yang takut hidup ketimbang takut mati...... Karena hidup ini makin mengerikan, banyak yang akhirnya mengakhiri hidupnya........
Manusia macam macam aneka ragamnya...... Hanya sedikit yang selamat....... Karena hidup ini titian, seperti rambut dibelah tujuh, setajam pedang, gambarannya mengerikan, 99,99% tentunya lebih mudah tergelincir daripada tidak......
Ulama pewaris nabi........ siapakah mereka??.....
Urusan itu sudah di kapling sama para sahabat nabi, lalu para generasi setelahnya (tabi'in), sebagian besar ulama pewaris nabi adalah golongan mereka...... Hanya sebagian kecil dari golongan orang orang sekarang...........
Karena syaratnya terlalu ketat, sulit bisa tembus kesitu (ulama pewaris nabi)......
Yah, paling tidak walaupun belum jadi ulama, baru jadi alamak, yang penting kita seminimalnya hidup didunia tidak mengakibatkan kerugian kepada orang lain, tidak mengakibatkan kerusakan, tidak mengakibatkan penganiayaan kepada orang lain, tidak mengganggu orang lain, tidak menjadi beban orang lain, tidak mencederai orang lain........ syukur syukur sudah bisa bermanfaat bagi orang lain......
Dunia ini sudah tidak waras...... Sudah separo hancur...... Rasa rasanya tidak perlu ketinggian cita cita dalam keadaan seperti sekarang..... sudah tidak ikut ikutan merusak dunia saja sudah alhamdulillah......
Orang banyak yang mati sia sia didunia ini, entah mencari apa?...... Hidup tidak jelas, mati juga tidak jelas.....
Malah makin banyak yang takut hidup ketimbang takut mati...... Karena hidup ini makin mengerikan, banyak yang akhirnya mengakhiri hidupnya........
Manusia macam macam aneka ragamnya...... Hanya sedikit yang selamat....... Karena hidup ini titian, seperti rambut dibelah tujuh, setajam pedang, gambarannya mengerikan, 99,99% tentunya lebih mudah tergelincir daripada tidak......
Jumat, 15 April 2016
Minum Kopi
Minum Kopi
Tahukah anda Kopi adalah semacam "minuman wajib" bagi para sufi........ Maksud minuman wajib bukan berarti harus diminum, kalau tida diminum dosa, namun itu adalah sebuah selipan hikmah yang mendalam..........
Ada apa dengan kopi??.......
Kopi itu maksudnya "khofi", khofi sendiri itu berarti sesuatu yang lembut yang bersifat "rahasia"......
Kopi adalah pralambang dari khofi dimana para sufi itu memiliki keyakinan bahwa setiap detik waktu itu mesti dihiasi dengan dzikir walaupun itu bersifat sirr/rahasia...... Inilah maksudnya jangan pernah meninggalkan kopi.......
Tahukah anda Kopi adalah semacam "minuman wajib" bagi para sufi........ Maksud minuman wajib bukan berarti harus diminum, kalau tida diminum dosa, namun itu adalah sebuah selipan hikmah yang mendalam..........
Ada apa dengan kopi??.......
Kopi itu maksudnya "khofi", khofi sendiri itu berarti sesuatu yang lembut yang bersifat "rahasia"......
Kopi adalah pralambang dari khofi dimana para sufi itu memiliki keyakinan bahwa setiap detik waktu itu mesti dihiasi dengan dzikir walaupun itu bersifat sirr/rahasia...... Inilah maksudnya jangan pernah meninggalkan kopi.......
Hakekat
Hakekat
"Tiada yang lebih dekat kepada makrifat selain hakekat"......
Apa itu hakekat??.....
Hakekat adalah pengertian yang mendalam mengenai esensi dari segala sesuatu..... Bahwasannya setiap hal hal dalam kehidupan ini, memiliki esensi, mempunyai isi kandungan yang merupakan hakekat dari sesuatu tersebut.......
Dalam hakekat, kita dituntut untuk mengenali berbagai macam hal berdasarkan esensinya, bukan chasing atau tampilan luarnya......
Setiap bentuk ibadah memiliki esensinya masing masing, penghambaan memiliki esensinya, ketuhanan memiliki esensinya......
Jika dalam pelajaran luar engkau diarahkan untuk mengikuti "wujud rupa" dari segala sesuatu, dalam kehakekatan engkau mesti menangkap esensinya.......
Contohnya begini, ketika kita berbicara tentang malaikat, dalam pengertian luar engkau dibimbing untuk mengenal malaikat itu wujudnya seperti burung, bersayap, bisa terbang dsb dsb.... Lalu daya khayalimu pun bekerja, membayangkan sosok makhluk yang merupakan malaikat khayali yang engkau bentuk dalam benakmu sesuai cerita cerita tentang malaikat yang ada.......
Dalam kehakekatan tidaklah demikian, malaikat dikenali dari esensinya, tidak perduli apapun bentuk wujudnya...... contoh, kita berbicara tentang malaikat maut/pencabut nyawa, dalam pelajaran luar ada gambaran yang mengerikan tentang malaikat pencabut nyawa ini...... namun dalam hakekat, saya bisa katakan bahwa malaikat maut bisa saja berwujud "bakso" misalnya.......
Loh, kok bisa??.....
Iya, bisa saja malaikat maut itu berwujud bakso..... Coba kalau orang makan bakso, lalu tersedak dan mati, maka bakso itulah "nyatanya" menjadi malaikat pencabut nyawa baginya...... dilain waktu mungkin saja malaikat maut berwujud batu, tangan, pisau dsb dsb...... Namun apapun bentuknya, apapun wujudnya, esensinya sama yaitu "bikin mati"......
Demikian dalam hakekat itu, kita tidak mengikuti wujud rupa, bentuk bentuk, namun kita senantiasa menangkap esensi demi esensi dari segala sesuatu...... bahkan ketuhanan pun ada esensinya, dimana secara hakekatnya Tuhan bisa muncul dalam rupa apa saja....... Pada suatu ketika dahulu, Allah muncul dalam wujud rupa api (semak semak yang terbakar) yang menghampiri dan berkalam dengan nabi musa as.......
Seperti itulah, Allah bisa jadi selalu berubah ubah wujud, namun tetap secara esensinya..... Bisa jadi Allah itu muncul dalam wujud rupa apa saja, spt pada jaman nabi musa as dahulu kala....... Namun "cita rasa" Tuhan tidak pernah berubah...... Dia selalu penuh cinta..............
"Tiada yang lebih dekat kepada makrifat selain hakekat"......
Apa itu hakekat??.....
Hakekat adalah pengertian yang mendalam mengenai esensi dari segala sesuatu..... Bahwasannya setiap hal hal dalam kehidupan ini, memiliki esensi, mempunyai isi kandungan yang merupakan hakekat dari sesuatu tersebut.......
Dalam hakekat, kita dituntut untuk mengenali berbagai macam hal berdasarkan esensinya, bukan chasing atau tampilan luarnya......
Setiap bentuk ibadah memiliki esensinya masing masing, penghambaan memiliki esensinya, ketuhanan memiliki esensinya......
Jika dalam pelajaran luar engkau diarahkan untuk mengikuti "wujud rupa" dari segala sesuatu, dalam kehakekatan engkau mesti menangkap esensinya.......
Contohnya begini, ketika kita berbicara tentang malaikat, dalam pengertian luar engkau dibimbing untuk mengenal malaikat itu wujudnya seperti burung, bersayap, bisa terbang dsb dsb.... Lalu daya khayalimu pun bekerja, membayangkan sosok makhluk yang merupakan malaikat khayali yang engkau bentuk dalam benakmu sesuai cerita cerita tentang malaikat yang ada.......
Dalam kehakekatan tidaklah demikian, malaikat dikenali dari esensinya, tidak perduli apapun bentuk wujudnya...... contoh, kita berbicara tentang malaikat maut/pencabut nyawa, dalam pelajaran luar ada gambaran yang mengerikan tentang malaikat pencabut nyawa ini...... namun dalam hakekat, saya bisa katakan bahwa malaikat maut bisa saja berwujud "bakso" misalnya.......
Loh, kok bisa??.....
Iya, bisa saja malaikat maut itu berwujud bakso..... Coba kalau orang makan bakso, lalu tersedak dan mati, maka bakso itulah "nyatanya" menjadi malaikat pencabut nyawa baginya...... dilain waktu mungkin saja malaikat maut berwujud batu, tangan, pisau dsb dsb...... Namun apapun bentuknya, apapun wujudnya, esensinya sama yaitu "bikin mati"......
Demikian dalam hakekat itu, kita tidak mengikuti wujud rupa, bentuk bentuk, namun kita senantiasa menangkap esensi demi esensi dari segala sesuatu...... bahkan ketuhanan pun ada esensinya, dimana secara hakekatnya Tuhan bisa muncul dalam rupa apa saja....... Pada suatu ketika dahulu, Allah muncul dalam wujud rupa api (semak semak yang terbakar) yang menghampiri dan berkalam dengan nabi musa as.......
Seperti itulah, Allah bisa jadi selalu berubah ubah wujud, namun tetap secara esensinya..... Bisa jadi Allah itu muncul dalam wujud rupa apa saja, spt pada jaman nabi musa as dahulu kala....... Namun "cita rasa" Tuhan tidak pernah berubah...... Dia selalu penuh cinta..............
Kamis, 14 April 2016
Memilih pemimpin
Memilih pemimpin
Sekarang sedang gencar gencarnya masalah memilih pemimpin....... Lalu muncullah banyak pro dan kontra terutama tentang memilih pemimpin yang kafir dalam maksud non-muslim.......
banyak memang ayat ayat yang melarang memilih wali atau wakil atau pemimpin dari golongan orang kafir contohnya spt ini:
Namun mungkin ada beda keadaan pemimpin dimasa dahulu kala dengan sekarang, beda keadaan itu adalah pemimpin dimasa dahulu (masa nabi) itu jadi satu, pemimpin spiritual (agama) sekaligus adalah pemimpin pemerintahan...... Kalau di Indonesia sekarang keadaannya berbeda, dimana pemimpin spiritual (agama) berbeda dengan pemimpin pemerintahan.......
Tapi yang menarik bagi saya adalah ada semacam ketidak adilan pandangan, dimana faktor "agama" dijadikan faktor untuk menolak seorang pemimpin, padahal kalau bicara masalah keharaman/ketidak bolehan memilih pemimpin, ternyata kita tidak hanya "dilarang" memilih yang tidak seagama, bahkan memilih pemimpin yang muslim namun tidak cakap/tidak kompeten juga dilarang.......
Dasarnya apa?..... yah kalau bicara dalil, simaklah dibawah ini:
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jika amanat telah disia-siakan, tunggu saja kehancuran terjadi.” Ada seorang sahabat bertanya; ‘bagaimana maksud amanat disia-siakan? ‘ Nabi menjawab; “Jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah kehancuran itu.” (BUKHARI – 6015)
Perhatikan, tentang "menyerahkan urusan kepada yang bukan ahlinya, itu akan membawa kepada kehancuran"..... Jadi memilih pemimpin, walau dia muslim, namun tidak cakap, tidak kompeten, tidak mengerti aturan dan hukum tata negara, adalah sama sama "terlarang".....
misal, ada ulama yang mencalonkan jadi pemimpin daerah, dia memang ahli bidang keagamaan, namun tidak cakap dan kompeten dalam tata negara dan ilmu pemerintahan, itu juga terlarang untuk memilihnya, sebab dia "bukan ahlinya"....... memilihnya hanya akan membawa kehancuran, sesuai hadist di atas.......
Tentunya agar adil, kita tidak semestinya mengembar gemborkan tentang pemimpin non-muslim "haram dipilih, namun tidak membuka tentang memilih yang muslim namun tidak cakap dan kompeten itu juga sama haramnya......
Saya bahas ini karena bagian memilih pemimpin yang muslim namun tidak memiliki kecakapan dan kompetensi, tidak pernah dibahas orang, jadi saya yang bahas..... untuk perimbangan, biar adil..... dan membuka wacana pemikiran......
Sekarang sedang gencar gencarnya masalah memilih pemimpin....... Lalu muncullah banyak pro dan kontra terutama tentang memilih pemimpin yang kafir dalam maksud non-muslim.......
banyak memang ayat ayat yang melarang memilih wali atau wakil atau pemimpin dari golongan orang kafir contohnya spt ini:
QS. 3. Aali 'Imraan : 28.
"Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi WALI (PEMIMPIN / PELINDUNG) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali(mu)."
Namun mungkin ada beda keadaan pemimpin dimasa dahulu kala dengan sekarang, beda keadaan itu adalah pemimpin dimasa dahulu (masa nabi) itu jadi satu, pemimpin spiritual (agama) sekaligus adalah pemimpin pemerintahan...... Kalau di Indonesia sekarang keadaannya berbeda, dimana pemimpin spiritual (agama) berbeda dengan pemimpin pemerintahan.......
Tapi yang menarik bagi saya adalah ada semacam ketidak adilan pandangan, dimana faktor "agama" dijadikan faktor untuk menolak seorang pemimpin, padahal kalau bicara masalah keharaman/ketidak bolehan memilih pemimpin, ternyata kita tidak hanya "dilarang" memilih yang tidak seagama, bahkan memilih pemimpin yang muslim namun tidak cakap/tidak kompeten juga dilarang.......
Dasarnya apa?..... yah kalau bicara dalil, simaklah dibawah ini:
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jika amanat telah disia-siakan, tunggu saja kehancuran terjadi.” Ada seorang sahabat bertanya; ‘bagaimana maksud amanat disia-siakan? ‘ Nabi menjawab; “Jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah kehancuran itu.” (BUKHARI – 6015)
Perhatikan, tentang "menyerahkan urusan kepada yang bukan ahlinya, itu akan membawa kepada kehancuran"..... Jadi memilih pemimpin, walau dia muslim, namun tidak cakap, tidak kompeten, tidak mengerti aturan dan hukum tata negara, adalah sama sama "terlarang".....
misal, ada ulama yang mencalonkan jadi pemimpin daerah, dia memang ahli bidang keagamaan, namun tidak cakap dan kompeten dalam tata negara dan ilmu pemerintahan, itu juga terlarang untuk memilihnya, sebab dia "bukan ahlinya"....... memilihnya hanya akan membawa kehancuran, sesuai hadist di atas.......
Tentunya agar adil, kita tidak semestinya mengembar gemborkan tentang pemimpin non-muslim "haram dipilih, namun tidak membuka tentang memilih yang muslim namun tidak cakap dan kompeten itu juga sama haramnya......
Saya bahas ini karena bagian memilih pemimpin yang muslim namun tidak memiliki kecakapan dan kompetensi, tidak pernah dibahas orang, jadi saya yang bahas..... untuk perimbangan, biar adil..... dan membuka wacana pemikiran......
ijin
Saya ijinkan bagi murid murid yang hendak mengkopas apa yg saya tulis disini..... Untuk diupload di FB dsb...... kecuali bilamana saya beri tanda khusus larangan di copas.....
Langganan:
Postingan (Atom)