Jumat, 21 Juni 2019

#230....

Saksi : "Ketika di bilik suara, saya merasa ada yang janggal yang mulia"

Hakim :"Apanya yang janggal?, bisa saudara perjelas?"

Saksi :"Tidak ada suaranya yang mulia, padahal sudah saya tempelin kuping saya"

Hakim :"kok bisa??"

Saksi :"bahkan saya juga tidak menemukan tombol volume maupun remotenya yang mulia"

Hakim :"Sebentar, saudara ini di bilik suara di TPS atau dimana?

Saksi :"Di tempat karaoke yang mulia"

Rabu, 19 Juni 2019

229....

#Sambungan
Ahlul dzawq (ahli rasa)
==================
Rasa yang dimaksud itu adalah sirr atau rahasia Tuhan, yang hanya bisa dimengerti oleh ahlinya. Yang dimaksud bukanlah rasa tubuh, bukan pula perasaan hati, bukan sukma, bukan akal fikiran, bukan qolbu/hati, bukan pula ruh. Sirr ini sesuatu yang lain dari yang disebut itu.

Olah dzawq diperlukan untuk bisa menggapai komponen ke 3 dari ma'rifah ini. Olah dzawq adalah olah penghayatan yang sangat dalam.

Sebagian besar para wali Allah melakukan olah dzawq melalui jalur mahabbah (cinta).

Tatkala meniti lapis demi lapis rasa, maka seorang ahli dzawq pada akhirnya akan mulai bersentuhan dengan rasa sejati, inilah yang disebut nur muhammad.

Dan ketika rasa kita telah terkoneksi dengan nur muhammad, disinilah pengertian tentang kerasulan akan digapai. Seperti apa itu rasul, dan bagaimana kerasulan itu hakekatnya? Akan difahami dengan gamblang, sebab telah melebur dangan cahaya kerasulan.

Ada rasul di dalam diri kita, dalam sirr itu yang teramat dalamnya.... Dan Allah itu berada disebalik Rasul tersebut....

Siapa yang tidak mengenal rasul, maka tidak mungkin mengenal Allah...

Saya cukupkan pembahasan bab ini, pertanyaan akan selalu ada, dan jawaban hanya untuk para pencari....





Minggu, 16 Juni 2019

228.....#sambungan

Sebelum saya terangkan tentang olah dzawq, saya ingin tambahi sedikit tentang daya fikir dan daya dzikir, sebagaimana diulas sebelumnya.

Daya fikir itu akan melahirkan orang berpengetahuan/berilmu, disebut sebagai orang alim, kalau banyak orangnya sebutannya ulama... Di indonesia, istilah ulama' dipersempit orang hanya melulu bab keagamaan.

Daya dzikir akan melahirkan orang yang bertaqwa, disebut muttaqin...

Kalau daya fikir dan daya dzikirnya bagus, akan alim + taqwa, gabungan keduanya namanya orang sholeh.... Alim + taqwa = sholeh....

Kalau sudah sholeh, sudah memenuhi syarat masuk surga.... Tapi belum sampai tingkatan shiddiqin (orang yang benar)....

Untuk mencapai shiddiqin, harus mulai memasuki olah dzawq (rasa yang dalam)...

Karena shiddiqin itu, haruslah benar,

Keyakinannya benar, perkataannya benar, jalan hidupnya benar, jalan penghidupannya benar, dan semua aspek hidupnya harus benar....

Andaikata seorang shiddiqin berkata, "besok hujan", maka besok harus benar-benar hujan, kalau sampai tidak hujan, berarti gagal sudah jadi shiddiqin, karena perkataannya tidak benar.... Masih belum jadi ahlul dzawq (ahli rasa)....

Untuk, mencapai komponen ma'rifatullah yang ke 3, inilah perlu untuk melakukan olah dzawq, apa dan bagaimana, akan saya terangkan di episode berikutnya....
=======
#Bersambung....







Sabtu, 15 Juni 2019

227.....#sambungan

Daya dzikir.....
Kemarin kita sudah ulas tentang daya dzikir, sekarang kita lanjutkan....

Ketika dzikir itu senantiasa diolah, ini akan menghasilkan yang disebut "pembeda"/furqon, yang akan melatih hati membedakan haq dan batil. Dan mendorong kecenderungan mengikuti yang haq dan menjauhi yang batil....

Jika dzikir terus menerus dipertajam, pada satu titik tertentu, akan mulai terkoneksi dan bersentuhan antara qolbu/ruh kita dengan ruh suci/ruhul quds.

Tatkala telah bersentuhan hati dengan ruh suci, maka hati akan dilimpahi cahaya furqon, makin terang mengenali haq dan batil. 

Keadaan dimana qolbu telah terkoneksi ruh suci, ini disebut wushulnya hati/ruh kepada ruh suci.

Jadi sempurnanya olah fikir adalah tatkala akal fikiran kita terkoneksi dengan akal suci/jibril. Kemudian menerima limpahan wahyu ladunniah.

Dan sempurnanya dzikir adalah ketika hati/ruh kita terkoneksi dengan ruh suci/ruhul quds, dan menerima limpahan kesucian dan cahaya Al-Furqon.

Jika telah, mendapatkan dua kesempurnaan pada komponen ma'rifatullah, maka tinggal komponen terakhir yaitu olah dzawq.

#bersambung

Jumat, 14 Juni 2019

226......#sambungan
daya ma'rifah
=============
2. Daya dzikir

Kalau sebelumnya kita ulas tentang daya fikir, sekarang kita ulas tentang daya dzikir. Dzikrullah itu dimaknai sebagai mengingat Allah. Istilah mengingat itu menunjukkan sudah tahu tapi lupa... Jadi semua manusia sudah kenal/tahu akan Allah kemudian lupa, maka ada yang namanya dzikir/mengingat apa yang sudah terlupakan tersebut.

Ada 2 tataran dzikir, yaitu:

-dzikir asma',
maksudnya adalah mengingat nama Allah.... Bentuknya dengan menyebut-sebut nama Allah, apakah subhanallah, allahu akbar dsb... Baik itu secara jahar/terang, dan juga sirri (dalam hati).... Termasuk di dalamnya wening, semedi tanpa menyebut nama, jg masuk kawasan dzikir asma', karena tanpa nama juga adalah sebuah nama, sebagaimana kosong adalah sebuah isi, yaitu berisi kekosongan itu sendiri.... Wujud-wujud ibadah lahiriah pun juga termasuk bentuk dzikir asma'...

- dzikir af'al,
yaitu mengingat Allah dengan suatu bentuk laku perbuatan. Dalam dzikir af'al, contohnya engkau tidak menyebut "subhanallah (maha suci Allah)", tetapi engkau berusaha untuk mensucikan hatimu, sebagai pengejawantahan kemaha sucian Tuhan.

Engkau tidak menyebut "Allahu akbar" (Allah maha besar), tetapi engkau berusaha untuk menjadi berbesar hati, legowo dan mampu menerima segala sesuatu perbedaan di dunia ini, dan menghargai setiap ciptaan dan kehendak Allah.

Engkau tidak menyebut bismillahirrohmanirrohim, tetapi berusaha selalu berkasih sayang terhadap sesamamu....

Seperti itulah namanya dzikir af'al, bukan dalam mulutmu, tetapi mulai meresapi asma Allah dalam laku perbuatanmu.

Seperti itulah yang dinamakan dzikir.... Bukan hanya dimulut saja... Percuma menyebut Allahu akbar, kalau jiwamu kerdil....

========
Ketika seseorang telah banyak melakukan olah fikir, tetapi kurang olah dzikir, yang terjadi adalah menjadi cerdas, pintar bicara, tapi licik suka menipu, dan merugikan orang lain....

Sebaliknya, orang yang terlalu banyak berdzikr tapi kurang berfikir, maka akan cendrung jadi orang tolol, lama-lama meyakini sesuatu yang semu. Seperti orang yang berteriak, "saya yakin, arah barat disana", sambil menunjuk arah timur. Itu keyakinan semu dan palsu namanya, tanpa ilmu. Cendrung akan menyusahkan/membebani orang lain hidupnya.

Oleh karenanya antara fikir dan dzikir mestilah seimbang.
=======
#bersambung

Senin, 10 Juni 2019

225.....Daya ma'rifat
==========
Sambungan....

Yang menjadi pertanyaan utama, adalah bagaimana cara meningkatkan daya ma'rifah. Karena ma'rifatullah itu mengenal Allah, semakin tinggi atau tajam daya ma'rifatnya, maka semakin dalam ma'rifatullahnya seseorang.....

Ma'rifatullah ini, adalah samudra tak bertepi, ada yang ma'rifatnya seluas ember, aquarium, seluas kolam, seluas danau, dan seluas lautan. Beda-beda, diantara manusia.

Untuk mempertajam daya ma'rifat maka mestilah mengolah 3 komponen ma'rifat, sebagaimana telah diuraikan sebelumnya....

1. Daya fikir.... Untuk mempertajam daya fikir, para salik mesti belajar banyak melakukan tafakur. Betapa banyak juga ayat-ayat Qur'an mengatakan pentingnya tafakur.
-apakah kamu tidak berfikir?
-apa kamu tidak berakal?
-apa kamu tidak mentadabburi?
-apa kamu tidak menelaah? Dst....

Semakin diasah akan semakin tajam daya fikir seseorang ,itulah sebabnya Allah suka kasih kalian masalah, agar kalian bisa dilatih mikir.

Apa yang harus ditafakuri??

Apa saja, segala sesuatu hal, agar bisa mengambil pelajaran dan hikmah bagi kebaikan hidup kalian.

Ketika akal fikiran terus menerus dilatih secara konstan dalam tafakur, ia akan menajam dan meningkat, sehingga pada suatu titik tertentu akan mencapai atau bersentuhan dengan akal universal/akal suci, yang disebut jibril.

Tatkala akal telah bersentuhan dengan jibril/akal suci, maka seseorang akan dilimpahi wahyu Tuhan, sehingga mampu menggapai makna realitas tersembunyi yang hakiki dibalik segala sesuatu hal. Bahkan tanpa melalui proses belajar sebelumnya. Inilah yang disebut dengan limpahan ilmu ladunni.

Sebagaimana firmanNya, dalam hadits qudsi

"...Jika Aku telah mencintainya, Aku menjadi pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, menjadi penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, menjadi tangannya yang ia gunakan untuk berbuat, dan menjadi kakinya yang ia gunakan untuk berjalan......"

Maksud Allah menjadi pendengaran, penglihatan dsb itu adalah bahwa seseorang akal fikirannya telah terkoneksi dengan jibril dan mendapat limpahan wahyu ladunni, sehingga ilmunya adalah ilmu Allah....

Jibril itu secara makna ta'wilnya berarti dia yang luar biasa khazanahnya (pengetahuannya) yang menjalankan urusan dari Allah yang maha kuat.

========
#bersambung


Sabtu, 08 Juni 2019

224.....Alam syahadah dan alam ma'rifah
==========================
Alam syahadah....

Apapun objek diluar dirimu yang kamu tangkap, baik berupa objek penglihatan, pendengaran, pengecap, indra rasa dsb. Itu semua disebut sebagai alam syahadah atau alam persaksian. Apakah engkau berada di alam dunia ini, di alam gaib, di atas langit, di akherat atau dimanapun saja berada. Yang diluar dirimu adalah alam syahadah.

Alam syahadah itu ada sebagai pencitraan/manifestasi dari Allah Al-wahid...

Alam ma'rifah adalah apa yang ada di dalam dirimu sendiri. Alam ma'rifah adalah alam pengertian, tempat munculnya pemahaman akan alam syahadah, tempat berlangsungnya proses cerna dari semua input yang ditangkap dalam alam syahadah. Proses ini akan melahirkan pengertian/ma'rifah atau ilmu.

Dalam alam ma'rifah di dalam diri pribadi, akan menghasilkan 3 kesatuan proses, yang sinergis satu dengan lainnya. Proses itu adalah:

1. Proses fikir. Proses fikir adalah proses logical, yang merunutkan segala sesuatu berdasarkan sebab akibat dan proses rasional yang membandingkan satu hal dengan hal lainnya untuk memperoleh sebuah kesimpulan.

2. Proses dzikir. Proses ini adalah proses hati, timbang perasaan, yang melahirkan semangat-semangat dan kecendrungan-kecendrungan jiwa, maupun dorongan-dorongan atas segala bentuk kebaikan. Dalam proses dzikir akan dihasilkan pengertian tentang haq dan batil, lalu terbit dorongan atas segala yang haq dan meninggalkan yang batil.

3. Proses dzawq (proses rasa). Proses dzawq adalah proses untuk senantiasa mendekati rasa nikmat/lezat (ladzat), bahagia, sukacita dan puas, lalu meninggalkan rasa sempit terhimpit yang menyiksa batin.

Dalam ma'rifatullah atau proses pengertian dan pengenalan tentang Allah, ketiga proses di atas akan berjalan seiring sejalan.

Fikir akan mengusahakan penyingkapan makna-makna yang pelik dari isyaroh ilahiyah yang diterima dalam alam syahadah. Merunut sebab demi sebab, membandingkan satu peristiwa dengan lainnya, kemudian memproduksi kesimpulan demi kesimpulan.

Dzikir akan mengusahakan terbentuknya kecendrungan jiwa kepada segala yang haq dan menjauhkan jiwa dari perkara batil.

Dzawq akan menciptakan sebuah kerinduan yang selalu menuntut perjumpaan dengan Allah Al Haq.

Ma'rifatullah ini terjadi di dalam alam ma'rifah diri pribadi. Setiap manusia telah dilengkapi sarana untuk menujuNya. Namun daya ma'rifah satu orang dan lainnya berbeda, menyebabkan ma'rifatnya terhadap Allah dalam kadar yang berbeda-beda juga.

Untuk menuju ma'rifatullah yang lebih jauh dan lebih sempurna, maka haruslah meningkatkan daya ma'rifah.
=====
#Bersambung





Jumat, 07 Juni 2019

223..... Bertafakur sesaat bagi orang yang alim, itu lebih baik dibandingkan ibadahnya orang bodoh selama 60 tahun.

Mengapa bisa begitu?

Sederhana, karena berfikirnya seorang yang alim, walaupun sesaat, akan melahirkan banyak sekali manfaat bagi kemaslahatan umat selama bertahun-tahun, sedang beribadahnya orang bodoh, tidak menghasilkan apa-apa, walaupun berpuluh-puluh tahun. Disebabkan karena kualitas ibadahnya yang rendah.

Demikian pula tidurnya orang alim, lebih baik daripada ibadahnya orang bodoh.

Mengapa?

Karena tidurnya orang alim adalah istirahat untuk menyerap dan mempersiapkan energi untuk menghasilkan banyak kebaikan di waktu bangunnya. Sedang ibadahnya orang bodoh adalah membuang-buang energi, tanpa hasil bagi dirinya sendiri, apalagi bagi orang lain.



Selasa, 04 Juni 2019

222.....Setiap tahun, setiap lebaran selalu saja banyak ucapan, "mohon maaf lahir dan batin".... Begitu tradisinya, sejak saya kecil sampai sekarang pun sama saja begitu....

Kita ditradisikan untuk "meminta maaf", tapi tidak ditradisikan untuk "memberi maaf".... Akibatnya kita selalu jadi peminta, jarang jadi pemberi.... Sebab tradisi sudah mengakar....

Nah, sekarang saatnya, lebaran kali ini, saya tidak lagi "minta maaf".... Saya akan mulai memberi, setelah sekian lama meminta terus menerus....

Saya ucapkan selamat idul fitri 1440H.... Saya maafkan lahir dan batin.... Taqoballahu minna wa minkum, taqobal doana wa doakum, taqobal ora ono opo-opo....

#salam kosong, ora ono opo-opo....

Minggu, 02 Juni 2019

221.... Nurel Nurul Mohon izin bertanya guru, adakah orang yang mati tapi bisa hidup lagi, tp syaratnya jgn sampai bertemu keluarganya, ketika dikubur dn org2 pergi jenazah lngsung jadi batang pohon pisang, tapi itu bukan ajaran islam, adakah di alquran mengenai itu? Dan bagaimana islam menanggapinya?
Trimakasih guru..

================================
Itu berarti tidak mati orangnya masih hidup..... Lalu batang pisang di sihir sehingga menyerupai mayat.... Karena kekuatan sihir itu terbatas, kembali bentuk menjadi batang pisang....

Sama seperti daun yang disihir, nampak sebagai uang, lalu dibuat beli sesuatu.... Kemudian kembali lagi jadi daun karena kekuatan sihir terbatas....

Itu termasuk mengerjakan sihir.... kerjaan batil...

Umumnya sihir itu paling lama bisa bertahan hanya 40 hari.... Kebanyakan cuma hitungan menit atau jam saja....



Sabtu, 01 Juni 2019

220.... Umi Ulyani Abah tolong di wedar secara harfiyah takwil Al Bathin.
Krn AllaHu ma'akum aina maa kuntum adl menurut Saya itu = Al Bathin.

=============================
"...........Wahuwa Ma'akum Aina Maa Kuntum.........." (QS. Al-Hadiid: 4) "Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada.”

Dimana ada kamu, disitu ada AKU.... 

Di dalam alam semesta ini, apakah itu dalam alam lahiriah ataupun dalam alam gaib, akan selalu ada 2 hal yaitu alam yang luar/lahir dan yang dalam/batin....

Dalam alam luar, disinilah terjadinya syahadah atau persaksian.... Disebalik persaksian/syahadah akan ada alam pengertian/ma'rifah yang tersembunyi dalam batin kita....

Seperti tatkala kalian memandang dan membaca tulisanku.... Apa yang kalian baca ini disebut sebagai syahadah/suatu bentuk penyaksian/menyaksikan.... Kalian semua menyaksikan objek tulisan yang sama.....

Akan tetapi, dalam alam pengertian/ma'rifah yang tersembunyi di kedalaman batin kalian, maka kalian akan memahami apa yang saya tulis dengan berbeda-beda, mengikuti kemampuan daya ma'rifah kalian....

Setiap detik demi detik waktu, kalian berada dalam sebuah persaksian/syahadah.... Tetapi daya pengertian/daya ma'rifah kalian yang berbeda menyebabkan efek perbedaan daya tangkap dan kesadaran.....

Jadi kesemuanya tergantung daya ma'rifah/daya pengertian kalian masing-masing.... Jika daya ma'rifah kalian tajam, maka kalian akan menyaksikan Allah dalam segala sesuatu... Baik lahir maupun batin....

Nah, tatkala memandang tulisan saya ini, apa kalian bisa menyaksikan AL-Haq disini, dalam alam ma'rifah kalian??.... Atau baru melihat tulisan kesatuan huruf-huruf saja??....








219.... Amy Lestari Wijaya Assalamualaikum abah...bolehkah temen saya mengalamalkan dzikir2 dari abah.meski dia tidak ikut di grup ini.
===========================
Waalaikumsalam

Yang ingin mengikuti bimbingan dzikir jahar dari FK, bisa menghubungi para letnan yang saya tunjuk.... ada letnan ahmad fatih, abdul muiz, ibnu atoilah.... yang lain tolong share link akunnya....

Jangan liar mengamalkan tanpa bimbingan, dikhawatirkan kalau gak kuat.... Bimbingannya gratis tidak dikenakan biaya....

Bimbingan baru bulan puasa seperti biasa tutup dulu, nanti dibuka lagi sehabis lebaran....