Kamis, 01 Juni 2017

Hindari dan jauhi mubahalah

mubahalah itu konsepnya saling melaknat, saling mengutuki, saling mendoakan azab dan keburukan antar 2 pihak yang berseteru......

dalam islam kita diajarkan untuk:
1. saling mendoakan kebaikan, makanya kita disuruh ucap salam, "assalamualaikum...." artinya mendoakan keselamatan orang lain.
2. Jika ada perseteruan dan permusuhan, kita diajarkan mengutamakan islah, melakukan perbaikan dan perdamaian....
3. Kita diajarkan mengutamakan memaafkan dibanding menuntut balasan....

Nah dalam mubahalah, yang terjadi adalah saling laknat melaknati, menyumpahi, mengutuki memohonkan azab keburukan bagi orang lain.....

Kalaupun saudara katakanlah "benar" sekalipun, maka saudara akan tetap menjadi salah pada akhirnya di dalam mubahalah, mengapa??....

anggaplah saudara benar dalam suatu perkara, lalu bermubahalah, dalam mubahalah itu saudara akan melaknati, menyumpahi dan mendoakan keburukan menimpa orang lain, tidakkah saudara sadari bahwasannya doa-doa buruk untuk orang lain itu, 1 bagian adalah "untuk dirimu" sendiri.....

Jadi kalau saudara menyumpahi atau mendoakan keburukan bagi orang lain, doa itu 1 bagian untuk orang lain dan 1 bagian untukmu sendiri, sama artinya dengan menyumpahi, mengutuki dan melaknati "diri sendiri".....

Oleh karenanya, saya katakan, kalaupun saudara benar, saudara tetap salah pada akhirnya karena mubahalah adalah cara yang buruk..... seumpama melempar bumerang...... Mungkin saja mengenai musuhmu, tapi bumerang itu bisa kembali mengenaimu sendiri.....

Sebab itu, hindari dan jauhilah mubahalah..... Itu bukan untuk orang lain, tetapi justru untuk diri saudara sendiri......

Bukankah nabi SAW juga pernah bermubahalah?

Benar, tetapi beliau orang yang "terjaga" dari segala laknat, maksudnya segala laknat dan kutukan tidak bisa menjangkau/mengenai nabi SAW, sedang kita semua tidak spt itu ..... Lagi pula mubahalah nabi SAW itu untuk urusan fundamental, seperti masalah aqidah/tauhid..... bukan dikit dikit mubahalah, dikit dikit bersumpah, menyumpahi dsb..... yang spt itu malah dilarang.....


2 komentar: