Ucing Ageung Kan konteksnya innalillahi wainnailaihi rojiu.
Yg artinya kurang lebih yg berasal dari Allah kembali kpd Allah.
Adakah relevansi dgn setelah kita dikatakan mati dan diakhirat kita nanti berada di suatu alam gelap atau terang.
Bukankah alam merupakan makhluk bukan khalik begitu juga terang dan gelap merupakan makhluk? Terus yg kembali kpd Allah yg mn? Mohon pencerahan
================================
Kembali ke Allah.....
Allah itu meliputi segala sesuatu, jadi kembali ke surga = kembali ke Allah, kembali masuk neraka juga = kembali ke Allah...... "Tidak ada yang tidak kembali ke Allah".....
antara makhluk dan Tuhan itu memiliki hubungan yang membingungkan..... penjelasannya panjang, harus sedikit demi sedikit menerima pelajaran......
"kadang makhluk nampak seolah seperti Tuhan, kadang sebaliknya"..... bagian yang ini jika kalian bingung, kalem saja.....
tengoklah istilah ini: "tangan Allah", "wajah Allah", cari dalam Qur'an.....
lalu fikirkan mengapa Allah "bertasyabuh" (menyerupakan) diriNya sendiri dengan makhluk, bukankah "tangan" itu mengacu kepada bagian tubuh makhluk, bukankah "wajah" itu mengacu kepada bagian tubuh makhluk.....??...
Coba fikir, manusia dilarang menyerupakan Allah dengan makhluk, tetapi Allah sendiri malah melakukan hal itu dengan menyebut istilah "tangan Allah", "wajah Allah"...... tahu mengapa??......
sampai disini, silahkan dipikir dahulu..... heuheu.... bagusnya pelajarannya ngantung saja biar melatih daya fikir dan proses kreatif.....
Jumat, 18 November 2016
Idham Kholid maaf Kang Fatwa
Idham Kholid maaf Kang Fatwa, jika ruh mengalami siksa lalu bagaimana halnya dengan 'jiwa'? apakah ruh itu sama dengan jiwa? nuhun Kang
======================================
Ini pertanyaan yang sama yang sudah saya bahas beberapa kali, mungkin bagi penyimak baru bisa membeli buku "State of Fatwa Kehidupan" supaya tidak ketinggalan..... Bukan bermaksud promosi, karena saya tdk hidup dari jualan buku, saya hidup dari jualan teh herbal..... heuheu.... bisa menghubungi saudara Muhammad wandi
ruh dan jiwa itu sebenarnya serupa tapi tidak sama..... keadaan tanpa tubuh (jasad) itu disebut ruh, maknanya "hembusan"..... adapun jiwa itu adalah "nafs" yaitu keadaan ruh yang telah bersatu dengan tubuhnya.......
Jadi sebelum ada didunia, namanya ruh, sesudah ada didunia namanya nafs (jiwa), sesudah mati namanya kembali ruh.....
Sebelum lahir ke dunia, ruh itu masih berada dalam alam "originalitasnya", masih suci, disebut ruh quds/ruh suci..... ketika sudah lahir kedunia, maka ia menjadi nafs (jiwa), kemudian jiwa terkotori oleh dunia, sampai akhirnya manusia mengalami mati, jiwanya lepas kembali menjadi ruh, tetapi ruhnya sudah mengalami "pencemaran" dan kehilangan originalitasnya......
Dengan demikian, kalau di dalam AL-Qur'an disebut nafs, itu berarti "ada" batang tubuhnya..... kalau disebut ruh, tidak ada batang tubuhnya...... apa bisa dimengerti beda ruh dan nafs (jiwa).....??
======================================
Ini pertanyaan yang sama yang sudah saya bahas beberapa kali, mungkin bagi penyimak baru bisa membeli buku "State of Fatwa Kehidupan" supaya tidak ketinggalan..... Bukan bermaksud promosi, karena saya tdk hidup dari jualan buku, saya hidup dari jualan teh herbal..... heuheu.... bisa menghubungi saudara Muhammad wandi
ruh dan jiwa itu sebenarnya serupa tapi tidak sama..... keadaan tanpa tubuh (jasad) itu disebut ruh, maknanya "hembusan"..... adapun jiwa itu adalah "nafs" yaitu keadaan ruh yang telah bersatu dengan tubuhnya.......
Jadi sebelum ada didunia, namanya ruh, sesudah ada didunia namanya nafs (jiwa), sesudah mati namanya kembali ruh.....
Sebelum lahir ke dunia, ruh itu masih berada dalam alam "originalitasnya", masih suci, disebut ruh quds/ruh suci..... ketika sudah lahir kedunia, maka ia menjadi nafs (jiwa), kemudian jiwa terkotori oleh dunia, sampai akhirnya manusia mengalami mati, jiwanya lepas kembali menjadi ruh, tetapi ruhnya sudah mengalami "pencemaran" dan kehilangan originalitasnya......
Dengan demikian, kalau di dalam AL-Qur'an disebut nafs, itu berarti "ada" batang tubuhnya..... kalau disebut ruh, tidak ada batang tubuhnya...... apa bisa dimengerti beda ruh dan nafs (jiwa).....??
Status Quo adalah juara bertahan......
Status Quo
Status Quo adalah juara bertahan...... Dalam otak kita juga ada status quo..... Agar lebih memahaminya saya akan berikan contoh ulasan berikut:....
Anda bekerja setiap pagi menuju kantor misalnya, anda melewati jalan yang sama setiap hari..... Maka rekaman tentang jalan tersebut akan membentuk semacam "jalur" yang tebal dan kuat didalam otak anda, sehingga secara bawah sadar anda akan 'MENOLAK" sebuah perubahan.....
Apa yang terjadi ketika anda bereksperimen melakukan percobaan dengan melalui jalan yang lain, yang tidak biasa anda lewati??......
Yang timbul adalah perasaan beraneka ragam, mulai was-was, khawatir, tidak nyaman, merasa tidak aman dsb..... benar bukan??.....
Status Quo di otak anda itulah yang membentuk "tempurung-tempurung" sempit pemikiran, maka anda akan cendrung menolak sesuatu yang baru..... Perlu keberanian untuk memecahkan tempurung status quo di otak anda......
Dalam kehidupan beragamapun banyak status quo terjadi...... Sebagai contohnya begini, apa "rasa" anda ketika melihat orang yang bersorban dan berjubah??..... tentunya kesan islami yang anda terima.... begitu kan??..... walau mungkin kenyataan hidupnya tidak mesti selalu seperti itu.....
Hal demikian terjadi, karena mungkin anda "beranggapan" bahwa mengenakan surban dan jubah sebagai bentuk mengikuti sunnah nabi SAW..... dan itu sudah tertanam kuat di otak anda, menjadi semacam status quo......
Bagaimana seandainya, sekali lagi seandainya, saya mengatakan bahwa memakai surban dan jubah bukanlah sunnah nabi SAW??....
Anda mungkin mencak-mencak, ngamuk, mungkin juga mengutarakan isi kebun binatang ke saya, atau lebih parah lagi...... Itu karena anda dikurung status quo dalam otak anda......
Bagaimana kalau kita flashback sejenak ke jaman nabi SAW, dahulu kala??.... mungkin ini bisa mendobrak status quo......
Siapakah yang memakai surban dan jubah??..... Pada masa itu seluruh kaum muslimin rasanya memakai surban dan jubah......
Tapi, kalian mungkin lupa, bahwa seluruh kafir qurays, rasanya juga sama-sama memakai surban dan jubah, abu jahal dan abu lahab juga bersorban dan berjubah.....
Nah, muslimin dan kafir qurays sama-sama memakai sorban dan jubah...... Lalu bagaimana ceritanya memakai sorban dan jubah "seolah" menjadi sunnah nabi SAW??....
Saya tidak melanjutkan bahasan lebih jauh lagi, saya hanya sekedar melempar wacana pemikiran, untuk membantu anda mengatasi "status quo" di otak anda...... ini khusus bagi anda yang tidak ingin dikurung tempurung sempit.....
Status Quo adalah juara bertahan...... Dalam otak kita juga ada status quo..... Agar lebih memahaminya saya akan berikan contoh ulasan berikut:....
Anda bekerja setiap pagi menuju kantor misalnya, anda melewati jalan yang sama setiap hari..... Maka rekaman tentang jalan tersebut akan membentuk semacam "jalur" yang tebal dan kuat didalam otak anda, sehingga secara bawah sadar anda akan 'MENOLAK" sebuah perubahan.....
Apa yang terjadi ketika anda bereksperimen melakukan percobaan dengan melalui jalan yang lain, yang tidak biasa anda lewati??......
Yang timbul adalah perasaan beraneka ragam, mulai was-was, khawatir, tidak nyaman, merasa tidak aman dsb..... benar bukan??.....
Status Quo di otak anda itulah yang membentuk "tempurung-tempurung" sempit pemikiran, maka anda akan cendrung menolak sesuatu yang baru..... Perlu keberanian untuk memecahkan tempurung status quo di otak anda......
Dalam kehidupan beragamapun banyak status quo terjadi...... Sebagai contohnya begini, apa "rasa" anda ketika melihat orang yang bersorban dan berjubah??..... tentunya kesan islami yang anda terima.... begitu kan??..... walau mungkin kenyataan hidupnya tidak mesti selalu seperti itu.....
Hal demikian terjadi, karena mungkin anda "beranggapan" bahwa mengenakan surban dan jubah sebagai bentuk mengikuti sunnah nabi SAW..... dan itu sudah tertanam kuat di otak anda, menjadi semacam status quo......
Bagaimana seandainya, sekali lagi seandainya, saya mengatakan bahwa memakai surban dan jubah bukanlah sunnah nabi SAW??....
Anda mungkin mencak-mencak, ngamuk, mungkin juga mengutarakan isi kebun binatang ke saya, atau lebih parah lagi...... Itu karena anda dikurung status quo dalam otak anda......
Bagaimana kalau kita flashback sejenak ke jaman nabi SAW, dahulu kala??.... mungkin ini bisa mendobrak status quo......
Siapakah yang memakai surban dan jubah??..... Pada masa itu seluruh kaum muslimin rasanya memakai surban dan jubah......
Tapi, kalian mungkin lupa, bahwa seluruh kafir qurays, rasanya juga sama-sama memakai surban dan jubah, abu jahal dan abu lahab juga bersorban dan berjubah.....
Nah, muslimin dan kafir qurays sama-sama memakai sorban dan jubah...... Lalu bagaimana ceritanya memakai sorban dan jubah "seolah" menjadi sunnah nabi SAW??....
Saya tidak melanjutkan bahasan lebih jauh lagi, saya hanya sekedar melempar wacana pemikiran, untuk membantu anda mengatasi "status quo" di otak anda...... ini khusus bagi anda yang tidak ingin dikurung tempurung sempit.....
Abdullah Al Fatih Maaf bah.. Saya jg setuju,
Abdullah Al Fatih Maaf bah.. Saya jg setuju, kalau saya lihat dua duanya punya potensi, jk ahok terkesan dilindungi, umat islam pun justru akan makin kuat dan bersatu... Begitu jg jk umat islam berlebihan dlm menekan, ahok pun bisa semakin naik/kuat..
Ayis Mazapijar Assalamualaikum warahmatullahi
Wabarokatu..dahulu yg di tuduh tidak selayaknya adalah nabi muhammad..n ketika itu yg bersangkutan langsung yg di hina..awake dewek sing di hina oleh kafir..tp apakah rosul akan diam saja jika di bilang alqur'an di bilang bohong
===========================================
Abdullah Al Fatih..... pemikiran yang bagus
Ayis M Waalaikumsalam wr wb
Saya akan ulas hal ini..... Mari kita kembali sejenak ke sejarah masa lampau jaman Rasulullah SAW.... Bagaimana penistaan dilakukan kafir Qurays pada waktu itu ditujukan kepada AL-Qur'an, kepada Allah dan kepada nabi SAW.....
1. penistaan terhadap AL-Qur'an yang dilakukan kafir qurays:
mereka mengatakan bahwa AL-Qur'an adalah "sihrum mubin" (sihir yang nyata), jadi ayat Qur'an dikatakan oleh mereka sebagai mantera mantera sihir...... Apa yang dilakukan nabi SAW saat itu??..... Beliau tetap sabar, dan tenang, mungkin karena islam masih minoritas waktu itu.....
2. penistaan terhadap Allah yg dilakukan kafir Qurays:
mereka mengatakan Allah memiliki anak-anak perempuan, dimana malaikat2 itu dikatakannya sebagai anak-anak perempuan Allah...... Pada masa itu memiliki anak perempuan sudah umum dianggap sebagai aib besar, karenanya kafir qurays sering membunuhi anak perempuan mereka..... Apa yang dilakukan nabi SAW mendapat penistaan spt ini, beliau tetap sabar dan tenang, mungkin karena islam belum kuat, masih minoritas waktu itu
3. penistaan terhadap Rasullullah SAW yg dilakukan kafir Qurays:
mereka mengatakan bahwa nabi SAW "majnun" atau gila dan kerasukan setan sehingga berbicara ngaco..... Apa yang dilakukan nabi SAW mendapat penghinaan itu??..... nabi sabar, tetap tenang.....
4. Karena penistaan demi penistaan tidak membuahkan hasil, maka mulailah kafir qurays melakukan intimidasi, penyiksaan kepada siapa saja yang ikut masuk islam...... nabi tetap tenang dan bersabar....
5. karena cara itu semua sudah tidak mempan, islam tetap berkembang, maka kafir qurays mulai melakukan rencana makar besar, yaitu pembunuhan terhadap nabi SAW, yang ditunjuk menjadi eksekutor adalah Umar bin khottob..... alih-alih membunuh nabi SAW, umar bin khottob malah ikut masuk islam.....
6. Masih kurang puas, maka kafir qurays melakukan "blokade" yaitu pengucilan seluruh pendukung nabi SAW, termasuk seluruh anggota "klan" bani hasyim, kalau tidak salah di blokir slama 3 thn, yang mana klan arab lain tidak boleh berhubungan lg dgn klan nabi (bani hasyim), sampai banyak yang meninggal karena kurang makan akibat blokade itu, termasuk isteri nabi SAW, siti khadijah ra, klo tdk salah jg meninggal pada waktu blokade itu.....
7. Setelah banyak usaha mulai penghinaan, penistaan, intimidasi, siksaan fisik, sampai pembunuhan dilakukan, namun malah umat islam semakin banyak dan berkembang.... kafir qurays makin kalap, dan melakukan penganiayaan lebih parah lagi.... yang membuat nabi SAW akhirnya menyuruh pengikutnya hijrah ke madinah.....
8. Sampailah babak baru, babak madinah, islam berkembang sampai akhirnya pecah perang dengan kafir qurays mekah.... Terhadap tawanan perang dari pihak kafir qurays, apa yang dilakukan oleh nabi SAW??..... Mereka diperlakukan dengan baik, bahkan diberi makan dengan roti gandum halus, yang jauh lebih baik kualitasnya ketimbang yang diberikan nabi SAW kepada pasukan muslim sendiri, yaitu roti gandum kasar..... Padahal mereka itu jelas-jelas musuh yang mau habisi kaum muslim....
9. Sampai tatkala muslim menang perang dan mekah ditaklukan, diserahkan secara damai, maka tidak ada seorangpun kafir qurays yang dibunuh.....
Itu sekedar gambaran sejarah, pada jaman nabi SAW dahulukala, sudah ada yang namanya penistaan malah lebih parah, berkembang kepada penganiayaan lalu percobaan pembunuhan, kemudian perang terbuka..... "pelajari bagaimana nabi SAW menyikapinya"
========
Kesimpulan saya FATWA KEHIDUPAN:
Maka oleh sebab itulah, umat islam tidak menjadi masalah, tidak menjadi persoalan bilamana "MENUNTUT KEADILAN" atas kasus ahok, agar ahok diadili, namun pula "jangan melampaui batas"..... Jika saudara sekalian melihat tebaran tebaran caci maki dan saling hujat sana sini, jelas saya katakan, bahwa ini sudah mulai "berlebihan" bahkan merusak hubungan sesama muslim sendiri, karena beda-beda "pemikiran", beda pendapat, tak mampu di terima secara jernih dan dewasa.....
jangan memicu "PARADOKS".....
dalam kasus ahok, paradoks bisa terjadi dikarenakan ahok sudah berkali-kali "meminta maaf", tetapi masih terlalu intens diserang/dicaci maki..... karenanya, cara agar tidak memicu "paradox contradictio" yang terlalu besar, adalah dengan meredakan suasana..... nikmati proses hukum yang ada......
======================================
Ayis Mazapijar Assalamualaikum warahmatullahi
Wabarokatu..dahulu yg di tuduh tidak selayaknya adalah nabi muhammad..n ketika itu yg bersangkutan langsung yg di hina..awake dewek sing di hina oleh kafir..tp apakah rosul akan diam saja jika di bilang alqur'an di bilang bohong
===========================================
Abdullah Al Fatih..... pemikiran yang bagus
Ayis M Waalaikumsalam wr wb
Saya akan ulas hal ini..... Mari kita kembali sejenak ke sejarah masa lampau jaman Rasulullah SAW.... Bagaimana penistaan dilakukan kafir Qurays pada waktu itu ditujukan kepada AL-Qur'an, kepada Allah dan kepada nabi SAW.....
1. penistaan terhadap AL-Qur'an yang dilakukan kafir qurays:
mereka mengatakan bahwa AL-Qur'an adalah "sihrum mubin" (sihir yang nyata), jadi ayat Qur'an dikatakan oleh mereka sebagai mantera mantera sihir...... Apa yang dilakukan nabi SAW saat itu??..... Beliau tetap sabar, dan tenang, mungkin karena islam masih minoritas waktu itu.....
2. penistaan terhadap Allah yg dilakukan kafir Qurays:
mereka mengatakan Allah memiliki anak-anak perempuan, dimana malaikat2 itu dikatakannya sebagai anak-anak perempuan Allah...... Pada masa itu memiliki anak perempuan sudah umum dianggap sebagai aib besar, karenanya kafir qurays sering membunuhi anak perempuan mereka..... Apa yang dilakukan nabi SAW mendapat penistaan spt ini, beliau tetap sabar dan tenang, mungkin karena islam belum kuat, masih minoritas waktu itu
3. penistaan terhadap Rasullullah SAW yg dilakukan kafir Qurays:
mereka mengatakan bahwa nabi SAW "majnun" atau gila dan kerasukan setan sehingga berbicara ngaco..... Apa yang dilakukan nabi SAW mendapat penghinaan itu??..... nabi sabar, tetap tenang.....
4. Karena penistaan demi penistaan tidak membuahkan hasil, maka mulailah kafir qurays melakukan intimidasi, penyiksaan kepada siapa saja yang ikut masuk islam...... nabi tetap tenang dan bersabar....
5. karena cara itu semua sudah tidak mempan, islam tetap berkembang, maka kafir qurays mulai melakukan rencana makar besar, yaitu pembunuhan terhadap nabi SAW, yang ditunjuk menjadi eksekutor adalah Umar bin khottob..... alih-alih membunuh nabi SAW, umar bin khottob malah ikut masuk islam.....
6. Masih kurang puas, maka kafir qurays melakukan "blokade" yaitu pengucilan seluruh pendukung nabi SAW, termasuk seluruh anggota "klan" bani hasyim, kalau tidak salah di blokir slama 3 thn, yang mana klan arab lain tidak boleh berhubungan lg dgn klan nabi (bani hasyim), sampai banyak yang meninggal karena kurang makan akibat blokade itu, termasuk isteri nabi SAW, siti khadijah ra, klo tdk salah jg meninggal pada waktu blokade itu.....
7. Setelah banyak usaha mulai penghinaan, penistaan, intimidasi, siksaan fisik, sampai pembunuhan dilakukan, namun malah umat islam semakin banyak dan berkembang.... kafir qurays makin kalap, dan melakukan penganiayaan lebih parah lagi.... yang membuat nabi SAW akhirnya menyuruh pengikutnya hijrah ke madinah.....
8. Sampailah babak baru, babak madinah, islam berkembang sampai akhirnya pecah perang dengan kafir qurays mekah.... Terhadap tawanan perang dari pihak kafir qurays, apa yang dilakukan oleh nabi SAW??..... Mereka diperlakukan dengan baik, bahkan diberi makan dengan roti gandum halus, yang jauh lebih baik kualitasnya ketimbang yang diberikan nabi SAW kepada pasukan muslim sendiri, yaitu roti gandum kasar..... Padahal mereka itu jelas-jelas musuh yang mau habisi kaum muslim....
9. Sampai tatkala muslim menang perang dan mekah ditaklukan, diserahkan secara damai, maka tidak ada seorangpun kafir qurays yang dibunuh.....
Itu sekedar gambaran sejarah, pada jaman nabi SAW dahulukala, sudah ada yang namanya penistaan malah lebih parah, berkembang kepada penganiayaan lalu percobaan pembunuhan, kemudian perang terbuka..... "pelajari bagaimana nabi SAW menyikapinya"
========
Kesimpulan saya FATWA KEHIDUPAN:
Maka oleh sebab itulah, umat islam tidak menjadi masalah, tidak menjadi persoalan bilamana "MENUNTUT KEADILAN" atas kasus ahok, agar ahok diadili, namun pula "jangan melampaui batas"..... Jika saudara sekalian melihat tebaran tebaran caci maki dan saling hujat sana sini, jelas saya katakan, bahwa ini sudah mulai "berlebihan" bahkan merusak hubungan sesama muslim sendiri, karena beda-beda "pemikiran", beda pendapat, tak mampu di terima secara jernih dan dewasa.....
jangan memicu "PARADOKS".....
dalam kasus ahok, paradoks bisa terjadi dikarenakan ahok sudah berkali-kali "meminta maaf", tetapi masih terlalu intens diserang/dicaci maki..... karenanya, cara agar tidak memicu "paradox contradictio" yang terlalu besar, adalah dengan meredakan suasana..... nikmati proses hukum yang ada......
======================================
Kamis, 17 November 2016
Paradoks
Paradoks
Ini adalah sebuah hukum alam, disebut sunatulloh.... Saya akan ulas tentang paradoks.... paradoks itu semacam sifat "kontradiksi" atas apa yang berlaku..... Saya akan memberi contoh-contoh agar lebih jauh difahami......
Tahukah anda, tatkala anda dicela, dihina dan dicaci maki, maka proses itu akan menimbulkan sebuah "paradoks", dimana disatu sisi anda dinistakan, dijatuhkan, akan tetapi disisi lain anda akan diangkat....
Tahukah anda, tatkala anda di puja, di hormati, maka proses itu juga akan menimbulkan sebuah "paradoks", dimana disatu sisi anda sedang terangkat, akan tetapi disisi lain anda akan dijatuhkan.....
Apakah sampai disini sudah dimengerti tentang paradoks??.....
Hukum alam itu tersusun atas paradoks-paradoks, agar segala sesuatunya menjadi berimbang..... Karena tanpa paradoks, hukum alam akan mengalami suatu ketimpangan dan gagal fungsi.....
Pada hari-hari ini "PARADOKS" besar sedang dimainkan..... Dimana jika saudara mengamati tentang kasus ahok yang sedang bergulir...... Dan memahami yang saya jelaskan..... Maka saudara akan mengerti, bahwa sesungguhnya jika saudara mencela, menghina dan menjatuhkan ahok disatu sisi, maka sebenarnya saudara sedang mengangkat ahok disisi yang lainnya...... Seperti itulah alam ini bekerja secara paradoks.....
Saya rasa ahok nantinya akan masuk penjara, tetapi "paradoks" akan bekerja, itu artinya ahok nantinya akan jauh lebih terangkat derajadnya setelah keluar penjara, bisa jadi karier politiknya ataupun kariernya yang lain meningkat pesat......
Jika seandainya saudara melakukan demo yang lebih besar, lebih kuat, tentang ahok ini, sesungguhnya dilain sisi saudara mengangkat ahok lebih tinggi lagi..... Begitulah paradoks bekerja....
Dan jika ahok memahami tentang konsep "paradoks" ini, tentunya ahok akan berterimakasih sebesar besarnya kepada para orang-orang yang mendemonya.....
Dan seandainya orang-orang yang mendemo ahok memahami tentang hukum paradoks ini, maka mereka akan menemui kekecewaan, sebab selama ini mereka tidak tahu bahwa mereka disisi lain "sedang" mengangkat ahok.....
Dahulu kala, pada jaman nabi SAW mulai berdakwah, "paradoks" ini terjadi, tatkala kafir qurays melakukan penentangan dengan menistakan nabi SAW, menghina, serta mencelanya, maka yang terjadi malahan pengikut islam makin banyak. Semakin kuat penentangan dari kafir qurays, semakin kuat juga islam, semakin banyak yang masuk islam....... "paradoks" terjadi......
Ini adalah sebuah hukum alam, disebut sunatulloh.... Saya akan ulas tentang paradoks.... paradoks itu semacam sifat "kontradiksi" atas apa yang berlaku..... Saya akan memberi contoh-contoh agar lebih jauh difahami......
Tahukah anda, tatkala anda dicela, dihina dan dicaci maki, maka proses itu akan menimbulkan sebuah "paradoks", dimana disatu sisi anda dinistakan, dijatuhkan, akan tetapi disisi lain anda akan diangkat....
Tahukah anda, tatkala anda di puja, di hormati, maka proses itu juga akan menimbulkan sebuah "paradoks", dimana disatu sisi anda sedang terangkat, akan tetapi disisi lain anda akan dijatuhkan.....
Apakah sampai disini sudah dimengerti tentang paradoks??.....
Hukum alam itu tersusun atas paradoks-paradoks, agar segala sesuatunya menjadi berimbang..... Karena tanpa paradoks, hukum alam akan mengalami suatu ketimpangan dan gagal fungsi.....
Pada hari-hari ini "PARADOKS" besar sedang dimainkan..... Dimana jika saudara mengamati tentang kasus ahok yang sedang bergulir...... Dan memahami yang saya jelaskan..... Maka saudara akan mengerti, bahwa sesungguhnya jika saudara mencela, menghina dan menjatuhkan ahok disatu sisi, maka sebenarnya saudara sedang mengangkat ahok disisi yang lainnya...... Seperti itulah alam ini bekerja secara paradoks.....
Saya rasa ahok nantinya akan masuk penjara, tetapi "paradoks" akan bekerja, itu artinya ahok nantinya akan jauh lebih terangkat derajadnya setelah keluar penjara, bisa jadi karier politiknya ataupun kariernya yang lain meningkat pesat......
Jika seandainya saudara melakukan demo yang lebih besar, lebih kuat, tentang ahok ini, sesungguhnya dilain sisi saudara mengangkat ahok lebih tinggi lagi..... Begitulah paradoks bekerja....
Dan jika ahok memahami tentang konsep "paradoks" ini, tentunya ahok akan berterimakasih sebesar besarnya kepada para orang-orang yang mendemonya.....
Dan seandainya orang-orang yang mendemo ahok memahami tentang hukum paradoks ini, maka mereka akan menemui kekecewaan, sebab selama ini mereka tidak tahu bahwa mereka disisi lain "sedang" mengangkat ahok.....
Dahulu kala, pada jaman nabi SAW mulai berdakwah, "paradoks" ini terjadi, tatkala kafir qurays melakukan penentangan dengan menistakan nabi SAW, menghina, serta mencelanya, maka yang terjadi malahan pengikut islam makin banyak. Semakin kuat penentangan dari kafir qurays, semakin kuat juga islam, semakin banyak yang masuk islam....... "paradoks" terjadi......
Trade Mark
Trade Mark "Penistaan"
Merek dagang..... istilah "PENISTAAN" sekarang lagi ngetrend.... Ini bisa jadi merek dagang baru yang dapat digunakan untuk menarik perhatian dan mendongkrak penjualan....
Mungkin saja nanti akan banyak yang menggunakan istilah "PENISTAAN" sebagai merek dagang..... Bisa ramai-ramai meraup rizki dari merek dagang ini.....
contohnya:
"Bakso Penistaan"
"Mie Ayam Penistaan"
"Es buah Penistaan"...
"Ayam goreng penistaan".....
"Bengkel penistaan"
dan penistaan-penistaan lainnya...... heuheuheu....
Hidangan-hidangan "penistaan", bisa jadi laris manis kedepan.....Warung-warung "penistaan" ke depan bisa jadi marak dimana-mana..... usaha usaha "penistaan" juga makin banyak.....
Akhirnya "penistaan" kita jumpai dimana-mana.......
Merek dagang..... istilah "PENISTAAN" sekarang lagi ngetrend.... Ini bisa jadi merek dagang baru yang dapat digunakan untuk menarik perhatian dan mendongkrak penjualan....
Mungkin saja nanti akan banyak yang menggunakan istilah "PENISTAAN" sebagai merek dagang..... Bisa ramai-ramai meraup rizki dari merek dagang ini.....
contohnya:
"Bakso Penistaan"
"Mie Ayam Penistaan"
"Es buah Penistaan"...
"Ayam goreng penistaan".....
"Bengkel penistaan"
dan penistaan-penistaan lainnya...... heuheuheu....
Hidangan-hidangan "penistaan", bisa jadi laris manis kedepan.....Warung-warung "penistaan" ke depan bisa jadi marak dimana-mana..... usaha usaha "penistaan" juga makin banyak.....
Akhirnya "penistaan" kita jumpai dimana-mana.......
Rabu, 16 November 2016
Nanang Khusnan Syah Mohon maaf mau bertanya Abah....
Nanang Khusnan Syah Mohon maaf mau bertanya Abah....
Katanya ruh di alam kubur itu di siksa bagi yg jelek amal perbuatannya sewaktu di dunia....
Dan apabila di dunia sering beramal baik.... maka ketika mati... akan mendapatkan ganjaran... berupa kesenangan......
Lalu.... ketika ruh menjadi setan / malaikat.... bagaimana menyiksanya / menyenangkannya...?
Sekali lagi saya mohon maaf dg pertanyaan ini
======================================
Baik kita terangkan.....
setan itu bisa berasal dari manusia atau jin..... "minnal jinnati wannas".... (dari golongan jin dan manusia), baik itu masih hidup, ataupun sudah mati.....
Lalu bagaimana menyenangkan dan menyiksa ruh??..... ruh tidak bisa dipentungi/dicambuki, karena dia bukan jasad kasar.... ruh tidak bisa dibakar dalam api, karena api itu benda fisik sedang ruh itu non-fisik.....
Adapun siksaan itu terjadi karena adanya suatu "kekurangan".....
1. Siksa dunia, terjadi karena adanya suatu kekurangan.... contoh: kurang makan, tersiksa perutnya.... kurang tidur, tersiksa mata dan badannya..... kurang duit, tersiksa apanya?.... heuheu.... jangan sampai kekurangan supaya tidak tersiksa.....
2. Siksa kubur
3. Siksa akherat
Nah saya akan terangkan sampai di siksa kubur saja, karena pertanyaannya spt itu.....
Adalah keadaan barzah itu gelap gulita, tiada sesuatupun cahaya..... Maka ruh itu berada dalam keadaan "tercekam" menakutkan, karena himpitan gelap gulita dimana saja berada.....
Mengapa ruh akan merasa tersiksa tanpa adanya cahaya??..... Karena ruh itu diciptakan dalam keadaan demikian, ia diciptakan seumpama anai-anai (laron) yang tergila-gila akan cahaya, ruh pun demikian gilanya terhadap cahaya, cahaya yang dimaksud adalah cahaya Tuhan..... Maka tatkala dahulu didunia, ruh ruh itu banyak yang pada tertipu dan terpesona akan "cahaya dunia" menjadikannya lupa kepada cahaya Tuhannya......
di barzah, ruh ruh orang yang beriman tampil dalam keadaan "bercahaya" seumpama kunang kunang yang memancarkan cahaya dari dalam dirinya sendiri..... maka ruh yang demikian "tiada sesat jalan", karena cahaya Tuhan yang memancar dari dalam dirinya, menjadi suluh terang, seumpama pelita yang bisa digunakan untuk mencari jalan pulang menuju hadrah ilahi.....
Adapun ruh ruh orang yang tidak beriman tampil dalam keadaan gelap gulita, mereka terhimpit, dan tercekam kegelapan, tiada terang yang menerangi mereka, membuat mereka tersasar kemana-mana.....
Lalu bagaimana cara menyiksa ruh???...... Gampang, jauhkan saja dari cahaya Tuhan, maka ruh akan tersiksa setengah mati..... cara menyenangkannya, yah sebaliknya.
cari kalimat dibawah ini:
”Tunggulah kami, supaya kami dapat mengambil sebagian dari cahayamu.”
~FK~
Katanya ruh di alam kubur itu di siksa bagi yg jelek amal perbuatannya sewaktu di dunia....
Dan apabila di dunia sering beramal baik.... maka ketika mati... akan mendapatkan ganjaran... berupa kesenangan......
Lalu.... ketika ruh menjadi setan / malaikat.... bagaimana menyiksanya / menyenangkannya...?
Sekali lagi saya mohon maaf dg pertanyaan ini
======================================
Baik kita terangkan.....
setan itu bisa berasal dari manusia atau jin..... "minnal jinnati wannas".... (dari golongan jin dan manusia), baik itu masih hidup, ataupun sudah mati.....
Lalu bagaimana menyenangkan dan menyiksa ruh??..... ruh tidak bisa dipentungi/dicambuki, karena dia bukan jasad kasar.... ruh tidak bisa dibakar dalam api, karena api itu benda fisik sedang ruh itu non-fisik.....
Adapun siksaan itu terjadi karena adanya suatu "kekurangan".....
1. Siksa dunia, terjadi karena adanya suatu kekurangan.... contoh: kurang makan, tersiksa perutnya.... kurang tidur, tersiksa mata dan badannya..... kurang duit, tersiksa apanya?.... heuheu.... jangan sampai kekurangan supaya tidak tersiksa.....
2. Siksa kubur
3. Siksa akherat
Nah saya akan terangkan sampai di siksa kubur saja, karena pertanyaannya spt itu.....
Adalah keadaan barzah itu gelap gulita, tiada sesuatupun cahaya..... Maka ruh itu berada dalam keadaan "tercekam" menakutkan, karena himpitan gelap gulita dimana saja berada.....
Mengapa ruh akan merasa tersiksa tanpa adanya cahaya??..... Karena ruh itu diciptakan dalam keadaan demikian, ia diciptakan seumpama anai-anai (laron) yang tergila-gila akan cahaya, ruh pun demikian gilanya terhadap cahaya, cahaya yang dimaksud adalah cahaya Tuhan..... Maka tatkala dahulu didunia, ruh ruh itu banyak yang pada tertipu dan terpesona akan "cahaya dunia" menjadikannya lupa kepada cahaya Tuhannya......
di barzah, ruh ruh orang yang beriman tampil dalam keadaan "bercahaya" seumpama kunang kunang yang memancarkan cahaya dari dalam dirinya sendiri..... maka ruh yang demikian "tiada sesat jalan", karena cahaya Tuhan yang memancar dari dalam dirinya, menjadi suluh terang, seumpama pelita yang bisa digunakan untuk mencari jalan pulang menuju hadrah ilahi.....
Adapun ruh ruh orang yang tidak beriman tampil dalam keadaan gelap gulita, mereka terhimpit, dan tercekam kegelapan, tiada terang yang menerangi mereka, membuat mereka tersasar kemana-mana.....
Lalu bagaimana cara menyiksa ruh???...... Gampang, jauhkan saja dari cahaya Tuhan, maka ruh akan tersiksa setengah mati..... cara menyenangkannya, yah sebaliknya.
cari kalimat dibawah ini:
”Tunggulah kami, supaya kami dapat mengambil sebagian dari cahayamu.”
~FK~
Langganan:
Postingan (Atom)