Ijal Bey Maaf, melenceng dari topik. Assalamu'alaikum wr wb, abah.
Bah, sy telah membaca aneka produk teh celup herbal FK.
Sebelum sy memesan teh herbal, ada beberapa pertanyaan yg sy ajukan berikut kronologis penyakit sebagai kajian/pertimbangan dlm meminta rekomendasi atau pandangan abah.
Sy mempunyai teman sekaligus tetangga yg saat ini mengalami penyakit kebutaan mata, karena efek dari minuman beralkohol yg dioplos (dicampur campur nya) sendiri. Kejadian kira2 3bln yg lewat, dan sepertinya obat dari rumah sakit tidak lagi membawa pengaruh yg baik pada kesehatan mata nya. Dari keterangan dokter mata pun mengatakan kalau mata teman sy ini MENGALAMI GANGGUAN PADA SYARAF MATA NYA. Sedangkan bola mata nya tetaplah normal.
Hanya saja karena gangguan pada syaraf mata itu ia tdk bisa melihat keadaan sekitar seperti biasa (melihat siang seperti melihat diwaktu magrib), ditambah pada penglihatannya yg terbatas pada jarak 1 M terkadang 2 M terkadang tidak nampak sama sekali. Hanya nampak dgn jarak tersebut setelah minum obat dari dokter. Dan dokter pun mengatakan sdh seperti tdk mampu lagi, alias angkat tangan.
Sejak peristiwa itu teman sy yg bernama MUHAMMAD HIDAYAT 28thn jauh sekali berubah prilakunya. Hingga saat ini dia akan marah/kesal jika telah sampai lupa sholat 5 waktu. Intinya, sangat bertolak belakang dgn prilakunya dahulu. Kemarin terakhir sy bercakap dgn nya dia mengatakan, kalau dalam sholatnya dia berdoa yg artinya kurang lebih begini: siapakah yg dpt menghidupkan orang (jiwa) yg mati.
Lalu sembari tersenyum dia mengatakan kpda sy jawabannya ialah ALLAH kn bg ! Sy pun tak kuat dibuatnya.
Terus disaat dia dlm keadaan tdk tertidur dan tdk pula dlm keadaan bermimpi, dia mendengar suara: "air inilah yg dapat menyelamatkan penyakit mu".
Sekali lagi, sy pun terdiam dibuatnya, sambil coba menganalisa.
Selain hanya mampu menghibur hatinya saja.
Yg jadi pertanyaan sy.
1. apakah teh herbal buat narkoba itu juga perlu dikasihkan padanya, selain teh herbal buat mata. Mengingat dulunya dia pernah narkoba jg walau tdk seberapa jika dibandingkan minuman alkoholnya ? Disebabkan karena syaraf mata nya yg mengalami gangguan.
2. Sy minta pandangan/pendapat abah dalam hal ini, juga mengenai penyakit dan teh herbal yg tepat buat dia ? Apakah cukup dgn teh herbal untuk mata itu saja atau sy tunggu rekomendasi abah tentang racikan khusus untuk kasus ini.
Itulah singkatnya kronologis sy tuliskan. Dan sebelum sy menuliskan ini sy jg telah membicarakan mengenai teh herbal ini dgn pihak keluarganya, dan keluarganya menerima dgn senang hati sebagai bentuk suatu usaha untuk adiknya ini.
Terimakasih tak terhingga sy ucapkan, berkat do'a dan support abah juga.
WASALAM.
(Sy tunggu jawaban dari abah).
=============================
Waalaikumsalam wr wb
Alhamdulillah kalau dia sudah bertobat..... semoga nanti diberi kesembuhan oleh Allah....
Kalau untuk herbal bisa menggunakan herbal FK khusus untuk mata ditambah makan "singkong bakar, sak kulit kulitnya yang gosong itu"..... Jangan tanya kenapa ya...... heuheu
Penyebab dari penyakit matanya, ini saya bicara secara pengetahuan luar saja, itu karena konsumsi minuman alkohol dari jenis alkohol "METANOL"...... metanol bersifat beracun dan bisa mengakibatkan kelumpuhan maupun kebutaan..... Umumnya minuman keras yang murahan atau oplosan mengandung/tercemar metanol ini, sedang alkohol yang dipakai minuman keras berkualitas itu biasanya jenis "ETANOL"...... sama-sama alkohol tapi beda karakter, metanol beracun dan etanol tidak beracun......
Untuk pengetahuan, alkohol itu ada puluhan jenis alkohol berbeda, tidak semua memabukkan..... alkohol dalam khamr adalah jenis "ETANOL"......
Minggu, 27 November 2016
Assalamualaikum Abah
Assalamualaikum Abah, mohon izin utk meminta pencerahan, ttg deposito, salahkah sy jk misal pnya dana 1 M lalu sy depositokan lalu dr bunga tsb diberikan utk membangun prasarana umum utk turut membangun negara? Tanpa kita mengambil untung dr bunga tsb seluruhnya? Hanya mendepositokan tp utk keperluan spt itu, ya walau mungkin itu bukan benar-benar suatu kebaikan krn berasal dari dana riba, dan jg tidak menghasilkan pahala, tp yg spt ini tdk sbrapa pnting utk saya. trimakasih dan mohon maaf jika lancang
===============================
Waalaikumsalam
Jujur saja, saya sendiri masih bingung tentang istilah "riba" ini berkaitan dgn hukum fiqih.... Saya jelaskan mengapa saya bingung?..... heuheu
begini:
Kita menggunakan mata uang kertas yang nilainya fluktuatif, jaman nabi SAW dahulu kan pakai emas..... Hal ini yang membuat hukum fiqih jd membingungkan buat saya.... Karena "bunga" yg dianggap sbg "riba", dihitung berdasarkan mata uang kertas, bukan dihitung berdasarkan emas..... Sedang nilai tukar uang kertas itu selalu terkoreksi, turun dari waktu ke waktu, walau nilai angka (nominalnya) tetap...... Sedang nilai tukar emas, cendrung stabil, walau nilai nominalnya cendrung naik.....
Jadi kalau ada kasus hutang piutang, semisal:
si A hutang kepada si B, uang 5 jt, jatuh tempo 1 tahun. satu tahun kemudian si B bayar hutang persis nilainya 5jt. tentu yang seperti ini kalian sebut "bukan riba".... bener gak?....
Tapi, coba saya konversi hutangnya ke nilai emas, anggaplah emas tahun ini Rp 500rb/gr, tahun depan ternyata naik harga 550rb/gr..... Itu berarti hutang si A setara dengan 10 gr emas (10 x 500rb = 5 jt), tahun depan hutang si A akan tetap setara 10 gr emas, namun nilai uangnya adalah 5,5jt, bukan 5jt, karena harga emas naik...... Jadi si A harus bayar 5,5 jt jika hutangnya dikonversi dalam bentuk emas...... Ada kelebihan 500rb, jika kalian menghitung berdasarkan nilai nominal uang, maka kalian katakan ini sbg riba, namun jika kalian menghitung berdasarkan konversi ke emas, maka ini "BUKAN" riba......
Nilai tukar emas itu cendrung stabil, ia beriringan atau cendrung berbanding lurus dengan nilai laju "inflasi".....
bunga deposito itu mungkin pada kisaran rate 7-12 %, inflasi tahunan kita juga pada kisaran rate 7-12%, hampir2 sama.... Jadi bunga deposito itu kurang lebih hampir sama dengan laju inflasi tahunan..... Hasilnya adalah:
- Walau anda mendapatkan "bunga" deposito, walau nilai "nominal" uang anda bertambah, sebenarnya "nilai tukar" uang anda itu tetap tetap saja segitu...... Jadi sebenarnya anda dapat bunga apa tidak??...... secara real, saya katakan, sebenarnya kalau nilai deposito anda di konversi ke bentuk emas sbg perhitungannya, anda itu "TIDAK" pernah dapat bunga sama sekali, kalaupun ada itu sangat kecil sekali..... heuheuheu.....
tentu beda kalau anda pinjam di bank, karena rate bunganya mungkin lebih tinggi dari laju inflasi, anda memang kena bunga, dalam hal tersebut......
Jadi kesimpulan saya, kalau perhitungan deposito di konversikan dalam bentuk emas, sbgmn jaman nabi SAW dahulu pakainya emas, menyimpan uang di bank, sebenarnya, "TIDAK" dapat bunga, ini ditinjau dari "nilai tukarnya", bukan nilai nominalnya...... Kalau hutang di bank, itu baru kena bunga..... heuheuheu......
Disitulah saya berpemahaman, bahwasannya, "TIDAK" masalah anda bersedekah pakai bunga deposito.....
===============================
Waalaikumsalam
Jujur saja, saya sendiri masih bingung tentang istilah "riba" ini berkaitan dgn hukum fiqih.... Saya jelaskan mengapa saya bingung?..... heuheu
begini:
Kita menggunakan mata uang kertas yang nilainya fluktuatif, jaman nabi SAW dahulu kan pakai emas..... Hal ini yang membuat hukum fiqih jd membingungkan buat saya.... Karena "bunga" yg dianggap sbg "riba", dihitung berdasarkan mata uang kertas, bukan dihitung berdasarkan emas..... Sedang nilai tukar uang kertas itu selalu terkoreksi, turun dari waktu ke waktu, walau nilai angka (nominalnya) tetap...... Sedang nilai tukar emas, cendrung stabil, walau nilai nominalnya cendrung naik.....
Jadi kalau ada kasus hutang piutang, semisal:
si A hutang kepada si B, uang 5 jt, jatuh tempo 1 tahun. satu tahun kemudian si B bayar hutang persis nilainya 5jt. tentu yang seperti ini kalian sebut "bukan riba".... bener gak?....
Tapi, coba saya konversi hutangnya ke nilai emas, anggaplah emas tahun ini Rp 500rb/gr, tahun depan ternyata naik harga 550rb/gr..... Itu berarti hutang si A setara dengan 10 gr emas (10 x 500rb = 5 jt), tahun depan hutang si A akan tetap setara 10 gr emas, namun nilai uangnya adalah 5,5jt, bukan 5jt, karena harga emas naik...... Jadi si A harus bayar 5,5 jt jika hutangnya dikonversi dalam bentuk emas...... Ada kelebihan 500rb, jika kalian menghitung berdasarkan nilai nominal uang, maka kalian katakan ini sbg riba, namun jika kalian menghitung berdasarkan konversi ke emas, maka ini "BUKAN" riba......
Nilai tukar emas itu cendrung stabil, ia beriringan atau cendrung berbanding lurus dengan nilai laju "inflasi".....
bunga deposito itu mungkin pada kisaran rate 7-12 %, inflasi tahunan kita juga pada kisaran rate 7-12%, hampir2 sama.... Jadi bunga deposito itu kurang lebih hampir sama dengan laju inflasi tahunan..... Hasilnya adalah:
- Walau anda mendapatkan "bunga" deposito, walau nilai "nominal" uang anda bertambah, sebenarnya "nilai tukar" uang anda itu tetap tetap saja segitu...... Jadi sebenarnya anda dapat bunga apa tidak??...... secara real, saya katakan, sebenarnya kalau nilai deposito anda di konversi ke bentuk emas sbg perhitungannya, anda itu "TIDAK" pernah dapat bunga sama sekali, kalaupun ada itu sangat kecil sekali..... heuheuheu.....
tentu beda kalau anda pinjam di bank, karena rate bunganya mungkin lebih tinggi dari laju inflasi, anda memang kena bunga, dalam hal tersebut......
Jadi kesimpulan saya, kalau perhitungan deposito di konversikan dalam bentuk emas, sbgmn jaman nabi SAW dahulu pakainya emas, menyimpan uang di bank, sebenarnya, "TIDAK" dapat bunga, ini ditinjau dari "nilai tukarnya", bukan nilai nominalnya...... Kalau hutang di bank, itu baru kena bunga..... heuheuheu......
Disitulah saya berpemahaman, bahwasannya, "TIDAK" masalah anda bersedekah pakai bunga deposito.....
Sabtu, 26 November 2016
SAA klo yg diplank median
SAA klo yg diplank median jln biasanya Asmaul Husnah Dipasang berurutan,, kok Bisa setelah Al Affuwu jadi Al Fattahu?? ngampunten
===========================
Kalau soal itu saya tidak tahu bagaimana bisa begitu mas...... posisi saya sambil berkendara, jadi melihat secara sepintas lintas saja, yang tertangkap mata saya, saya lihat habis plank tulisan Al-Afuwwu kemudian melaju kedepan lagi ada plank tulisan Al-Fattah......
Kalau mau cek ke TKP bisa, di jalan menuju ciputat dari arah lebak bulus, dekat UMJ...... apakah mata saya salah lihat, atau planknya salah nancap, yah gak tahu mas.....
Kalau mata saya yang salah nangkap, itu berarti saya melihat yang tidak terlihat orang lain....... Kalau mata saya tidak salah nangkap, itu berarti saya melihat yang terlihat.....
Saya saja pernah melihat gunung bergerak-gerak dan menari-nari, sampai saya kucek-kucek mata saya berkali-kali, tetap saja gunungnya menari-nari, mungkin setengah jam ada dia menari-nari...... Yah percaya gak percaya mas....... Mata saya sendiri masih bagus dan tanpa kaca mata, masih terang lihat tulisan dari jauh..... mungkin saja saya terkena "fatamorgana", atau mungkin saja yang saya lihat adalah "ruhaninya" gunung tersebut, saya juga tidak tahu.....
===========================
Kalau soal itu saya tidak tahu bagaimana bisa begitu mas...... posisi saya sambil berkendara, jadi melihat secara sepintas lintas saja, yang tertangkap mata saya, saya lihat habis plank tulisan Al-Afuwwu kemudian melaju kedepan lagi ada plank tulisan Al-Fattah......
Kalau mau cek ke TKP bisa, di jalan menuju ciputat dari arah lebak bulus, dekat UMJ...... apakah mata saya salah lihat, atau planknya salah nancap, yah gak tahu mas.....
Kalau mata saya yang salah nangkap, itu berarti saya melihat yang tidak terlihat orang lain....... Kalau mata saya tidak salah nangkap, itu berarti saya melihat yang terlihat.....
Saya saja pernah melihat gunung bergerak-gerak dan menari-nari, sampai saya kucek-kucek mata saya berkali-kali, tetap saja gunungnya menari-nari, mungkin setengah jam ada dia menari-nari...... Yah percaya gak percaya mas....... Mata saya sendiri masih bagus dan tanpa kaca mata, masih terang lihat tulisan dari jauh..... mungkin saja saya terkena "fatamorgana", atau mungkin saja yang saya lihat adalah "ruhaninya" gunung tersebut, saya juga tidak tahu.....
AS Salah! Itu sangat berpengaruh
AS Salah! Itu sangat berpengaruh untuk menumbangkan para Taipan. Memang benar BI itu menjadi koordinator smua bank, tapi sifat BI itu berbeda dg bank umum. BI hanya bertugas mengawasi bank2... sedangkan dana simpanan tetap dikuasai bank2. Justru dengan memindahkan dana dari bank milik Taipan ke Bank Muamalat, maka bank Taipan bisa colaps karna dana tunai cadangan mereka menjadi dibawah dana wajib tunai yg dipersyaratkan BI. Alhasil mereka terpaksa harus diliquidasi spt kasus bank2 yg dilikuidasi mjd bank Mandiri. Namun karna BI centralnya, maka pemindahan uang dari bank konven ke bank muamalat tidak cukup menggoyahkan perekonomian. Karna dana nasional bukan ditarik, hanya diatur ulang komposisinya dari yg sblumnya dominan di bank konven menjadi dominan di bank syariah. Ini justru LEBIH BERKAH. Meski syariah belum begitu murni dan beluk begitu maju, tapi justru dg begini bank syariah jadi punya cukup kekuatan dan kepedean utk maju, berkembang, dan membaguskan sistem syariahnya. Dan tentunya berdampak bagi seluruh staff dan stake holdernya yg dominan muslim.
Ingat.. syarat umum kerja di bank syariah adalah bisa baca quran. Artinya seluruh pekerjanya yg terkena syarat itu tentu muslim. Dan ini juga menjadi support bagi kekuatan muslimin...
Jadi tidak ada namanya sia2. Hanya orang munafik saja yg ga suka dg pergerakan Islam.. sekalipun lagaknya mirip muslim
*saya lulusan ekonomi dan prnah krja di bank syariah. Jadi paham. Saya lebih berilmu soal ini daripada anda.
===========================
Oke, kita bahas ini..... saya harap, ini jadi adu argumen yang sehat, kalem saja, kita pakai kepala dingin....
1. Saya tdk menyebut nama bank, hanya saya katakan, cek dulu bentuk perusahaan bank syariah terbesar di Indonesia, itu bentuk PT.xxx Tbk. Tbk itu artinya terbuka, siapa saja bebas beli sahamnya, baik muslim maupun non-muslim, walau sementara ini bank syariah xxxx kita sahamnya mayoritas masih dimiliki bank asing, yaitu bank dari arab sono..... Kemana untungnya kalau bank ini dpt untung besar??...... Ke asing mas, duitnya ke arab sana, bukan ke indonesia, bukan ke rakyat kita. Negara arab sana sudah kaya, ngapain kita perkaya mereka, lebih baik memperkaya rakyat sendiri.......
2. Bank yang dimiliki taipan lokal, walau (maaf), mereka etnis tertentu, mereka statusnya WNI, duitnya masih muter di Indonesia, jadi secara scope luasnya, sorry to say, bahwa bank konvensional milik taipan lebih bermanfaat dibanding bank syariah xxxx yang milik asing itu...... Ini ditinjau dari segi "manfaatnya" dalam konteks menjadi modal pembangunan dalam negeri.....
3. Kalau soal "berkah", maaf, saya tidak percaya bank bisa bawa berkah, apakah itu bank konvensional maupun bank syariah......
4. Kalau soal pegawai, benar bank syariah pegawainya muslim, namun bank-bank taipan pegawainya juga banyak yang muslim.... Apa mereka gak di perhitungkan kemuslimannya??.....
5. Jika saudara menyarankan menggunakan bank-bank pemerintah, saya katakan ini "lebih" baik dan lebih masuk akal, karena mereka BUMN, uangnya kenegara kita, walau tidak 100%, tergantung sahamnya.....
6. diantara bank-bank taipan, mereka ada yang membuat bank untuk "menyimpan uangnya sendiri", nasabah umumnya sangat sedikit...... Rush tidak akan berpengaruh bagi mereka......
7. Kalaupun dana di rush dari bank taipan, lalu dilempar ke bank syariah, maka membanjirnya dana dalam waktu singkat, itu juga akan memukul bank syariah sendiri, jadi bumerang, akan bingung cara muter duit yang meluap seketika, ujung2nya alokasinya paling2 ke obligasi, atau didepositokan ke bank konvensional..... "jeruk makan jeruk lagi ujungnya"..... Karena kekurangan dana dan kelebihan dana dalam waktu singkat, sama-sama menghancurkan..... ini saudara mungkin tidak perhitungkan, hanya diperhitungkan "kekurangan dana" saja melalui rush.....
8. Kalau saudara lulusan ekonomi dan lebih berilmu tentang hal ini, saya katakan, "baguslah, semoga ilmu saudara bisa bermanfaat bagi umat, bangsa dan negara"......
9. Bagi siapa saja yang membaca ini, saudara sekalian boleh tidak sependapat dengan saya, saya persilahkan melakukan Rush money, karena itu hak pribadi saudara....... Walau saya sendiri mengatakan itu, "SIA-SIA" dan tidak berpengaruh banyak......
"Saudara bisa keep, status saya ini tentang rush money, dan silahkan buktikan sendiri, kalau memang bisa ngaruh, silahkan katakan saya, "GOBLOK SE GOBLOK GOBLOKNYA"........... Saya siap menerima celaan spt itu bila kata saya tidak terbukti...... krn itu berarti analisa saya ngawur dan asal-asalan......
~FK~
Tetap damai
Ingat.. syarat umum kerja di bank syariah adalah bisa baca quran. Artinya seluruh pekerjanya yg terkena syarat itu tentu muslim. Dan ini juga menjadi support bagi kekuatan muslimin...
Jadi tidak ada namanya sia2. Hanya orang munafik saja yg ga suka dg pergerakan Islam.. sekalipun lagaknya mirip muslim
*saya lulusan ekonomi dan prnah krja di bank syariah. Jadi paham. Saya lebih berilmu soal ini daripada anda.
===========================
Oke, kita bahas ini..... saya harap, ini jadi adu argumen yang sehat, kalem saja, kita pakai kepala dingin....
1. Saya tdk menyebut nama bank, hanya saya katakan, cek dulu bentuk perusahaan bank syariah terbesar di Indonesia, itu bentuk PT.xxx Tbk. Tbk itu artinya terbuka, siapa saja bebas beli sahamnya, baik muslim maupun non-muslim, walau sementara ini bank syariah xxxx kita sahamnya mayoritas masih dimiliki bank asing, yaitu bank dari arab sono..... Kemana untungnya kalau bank ini dpt untung besar??...... Ke asing mas, duitnya ke arab sana, bukan ke indonesia, bukan ke rakyat kita. Negara arab sana sudah kaya, ngapain kita perkaya mereka, lebih baik memperkaya rakyat sendiri.......
2. Bank yang dimiliki taipan lokal, walau (maaf), mereka etnis tertentu, mereka statusnya WNI, duitnya masih muter di Indonesia, jadi secara scope luasnya, sorry to say, bahwa bank konvensional milik taipan lebih bermanfaat dibanding bank syariah xxxx yang milik asing itu...... Ini ditinjau dari segi "manfaatnya" dalam konteks menjadi modal pembangunan dalam negeri.....
3. Kalau soal "berkah", maaf, saya tidak percaya bank bisa bawa berkah, apakah itu bank konvensional maupun bank syariah......
4. Kalau soal pegawai, benar bank syariah pegawainya muslim, namun bank-bank taipan pegawainya juga banyak yang muslim.... Apa mereka gak di perhitungkan kemuslimannya??.....
5. Jika saudara menyarankan menggunakan bank-bank pemerintah, saya katakan ini "lebih" baik dan lebih masuk akal, karena mereka BUMN, uangnya kenegara kita, walau tidak 100%, tergantung sahamnya.....
6. diantara bank-bank taipan, mereka ada yang membuat bank untuk "menyimpan uangnya sendiri", nasabah umumnya sangat sedikit...... Rush tidak akan berpengaruh bagi mereka......
7. Kalaupun dana di rush dari bank taipan, lalu dilempar ke bank syariah, maka membanjirnya dana dalam waktu singkat, itu juga akan memukul bank syariah sendiri, jadi bumerang, akan bingung cara muter duit yang meluap seketika, ujung2nya alokasinya paling2 ke obligasi, atau didepositokan ke bank konvensional..... "jeruk makan jeruk lagi ujungnya"..... Karena kekurangan dana dan kelebihan dana dalam waktu singkat, sama-sama menghancurkan..... ini saudara mungkin tidak perhitungkan, hanya diperhitungkan "kekurangan dana" saja melalui rush.....
8. Kalau saudara lulusan ekonomi dan lebih berilmu tentang hal ini, saya katakan, "baguslah, semoga ilmu saudara bisa bermanfaat bagi umat, bangsa dan negara"......
9. Bagi siapa saja yang membaca ini, saudara sekalian boleh tidak sependapat dengan saya, saya persilahkan melakukan Rush money, karena itu hak pribadi saudara....... Walau saya sendiri mengatakan itu, "SIA-SIA" dan tidak berpengaruh banyak......
"Saudara bisa keep, status saya ini tentang rush money, dan silahkan buktikan sendiri, kalau memang bisa ngaruh, silahkan katakan saya, "GOBLOK SE GOBLOK GOBLOKNYA"........... Saya siap menerima celaan spt itu bila kata saya tidak terbukti...... krn itu berarti analisa saya ngawur dan asal-asalan......
~FK~
Tetap damai
Jumat, 25 November 2016
Cerita......
Cerita......
Tadi saya lagi di jalan......... Tidak sengaja saya menoleh kearah median jalan, agak keatas ada papan tulisan asma'ul husna....... Pas saya menoleh itu kebetulan tulisan asma'ul husna yang saya lihat adalah "Al-afuwwu" yang artinya Maha Pemaaf...... Saya sedikit tersenyum melihatnya.....
Selanjutnya, agak kedepan, papan berikutnya tulisan "Al-Fattah" yang artinya Maha Pembuka pintu rahmat......
Saya makin tersenyum...... Ternyata, sehabis pemaaf itu adalah pembuka pintu rahmat..... Jelas isyarohnya.......
Jika engkau membuka pintu maaf, menjadi seorang pemaaf, maka Allah akan membukakan pintu rahmat bagimu......
Seperti itu cara saya belajar...... Setiap hari saya juga belajar, dan alam memberi pelajaran hanya saja mungkin kita yang kurang tanggap.......
Bukan tanpa alasan bahwa mata saya kebetulan melihat tulisan tersebut, secara berurutan setelah Al-Afuwwu lalu Al-Fattah, karena memberi maaf itu kunci membuka rahmat Allah.....
Tadi saya lagi di jalan......... Tidak sengaja saya menoleh kearah median jalan, agak keatas ada papan tulisan asma'ul husna....... Pas saya menoleh itu kebetulan tulisan asma'ul husna yang saya lihat adalah "Al-afuwwu" yang artinya Maha Pemaaf...... Saya sedikit tersenyum melihatnya.....
Selanjutnya, agak kedepan, papan berikutnya tulisan "Al-Fattah" yang artinya Maha Pembuka pintu rahmat......
Saya makin tersenyum...... Ternyata, sehabis pemaaf itu adalah pembuka pintu rahmat..... Jelas isyarohnya.......
Jika engkau membuka pintu maaf, menjadi seorang pemaaf, maka Allah akan membukakan pintu rahmat bagimu......
Seperti itu cara saya belajar...... Setiap hari saya juga belajar, dan alam memberi pelajaran hanya saja mungkin kita yang kurang tanggap.......
Bukan tanpa alasan bahwa mata saya kebetulan melihat tulisan tersebut, secara berurutan setelah Al-Afuwwu lalu Al-Fattah, karena memberi maaf itu kunci membuka rahmat Allah.....
SZ assalamu'alaikum
SZ assalamu'alaikum abah"mhon wejangannya knp saya bru menikah kok ujiane brt bgt,suamiku skt2n sampe gk bs krj,dan keluar dr perusahannya'pdhl suamiku org yg ta'at ibadah"mengapa abah? tlg wejangane biar hatiku sdikit tentram. matur nuhun.
PA Assalamualaikum Abah.
Mau tanya tentang bedanya system bunga Deposito Bank Konvensional dan Bank Syari'ah Deposito mudharabah yg menawarkan bagi hasil/nisbah,
Pada dasarnya sama saja apa cuma beda istilah saja Abah?
DVA Paragraf terakhir ini yang berat.
Lalu, Apakah perbankan syariah itu sia-sia?
Apakah transaksi 'syariah' di bank syariah itu sia-sia?
===============================
SZ waalaikumsalam......... Tahu nabi yahya as...... itu seorang nabi, apakah hidupnya enak??...... tidak, malah dibunuh oleh bani israel diusia yang masih sangat muda...... Jadi, orang baik itu tidak mesti selalu hidup enak, sukses, berhasil dsb...... Kadang juga hidup gak enak, tersiksa, nelangsa dsb...... Jadi fahamilah, taat beribadah itu tidak mesti membuat hidup kita jadi enak, yah kadang enak, kadang gak enak......
Kamu sedang menghabiskan gak enaknya, sedang menghabiskan pahitnya, agar bisa merengkuh manisnya dikemudian hari..... Karena jatah kita didunia ini, meliputi enak dan gak enak, manis dan pahit...... Lebih baik merasakan pahitnya dahulu...... Nanti juga manis akan datang.......
===
PA waalaikumsalam
Antara bunga dan bagi hasil, beda istilah dan beda mekanisme......... mungkin tidak terlalu beda, secara matematis......
- Beda istilah dan beda mekanisme, hal ini akan merubah hukumnya, dari yang haram menjadi halal....
- Namun tidak terlalu beda secara matematis, ini berarti "nilai guna" atau manfaatnya sama saja......
=====
DVA itu relatif.....
Secara "nilai guna", jika sistem perbankan konvensional diganti dengan sistem syariah, maka manfaatnya kurang lebih sama saja...... Ada yang membiayai negara pakai "obligasi", ada yang pakai "sukuk", saya lihat yang berhasil itu karena faktor kuat dan bagus ekonominya, bukan karena pakai obligasi atau sukuk.....
Secara "menyenangkan" aspirasi umat islam, ini bermanfaat untuk mempengaruhi umat agar mau memperkuat perbankan, terutama perbankan berbasis syariah....... Walau sebenarnya yang diperkuat jg berarti memperkuat pemilik saham, dan pemilik saham bisa siapa saja, baik muslim maupun non-muslim.....
Jika saudara ingin memperkuat "ekonomi syariah" yang sesungguhnya, itu yang benar yah melalui UKM-UKM, ini ekonomi kerakyatan, inilah ekonomi syariah yang asli, mari berkarya, mari membangun bangsa menurut apa yang kita bisa...... begitu caranya memperkuat ekonomi syariah.....
Sekali lagi, ekonomi syariah bukanlah ekonomi berbasis perbankan syariah...... menurut saya itu kamuflase.....
Tetapi ekonomi syariah adalah ekonomi berbasis kerakyatan, ekonomi berbasis UKM-UKM.....
PA Assalamualaikum Abah.
Mau tanya tentang bedanya system bunga Deposito Bank Konvensional dan Bank Syari'ah Deposito mudharabah yg menawarkan bagi hasil/nisbah,
Pada dasarnya sama saja apa cuma beda istilah saja Abah?
DVA Paragraf terakhir ini yang berat.
Lalu, Apakah perbankan syariah itu sia-sia?
Apakah transaksi 'syariah' di bank syariah itu sia-sia?
===============================
SZ waalaikumsalam......... Tahu nabi yahya as...... itu seorang nabi, apakah hidupnya enak??...... tidak, malah dibunuh oleh bani israel diusia yang masih sangat muda...... Jadi, orang baik itu tidak mesti selalu hidup enak, sukses, berhasil dsb...... Kadang juga hidup gak enak, tersiksa, nelangsa dsb...... Jadi fahamilah, taat beribadah itu tidak mesti membuat hidup kita jadi enak, yah kadang enak, kadang gak enak......
Kamu sedang menghabiskan gak enaknya, sedang menghabiskan pahitnya, agar bisa merengkuh manisnya dikemudian hari..... Karena jatah kita didunia ini, meliputi enak dan gak enak, manis dan pahit...... Lebih baik merasakan pahitnya dahulu...... Nanti juga manis akan datang.......
===
PA waalaikumsalam
Antara bunga dan bagi hasil, beda istilah dan beda mekanisme......... mungkin tidak terlalu beda, secara matematis......
- Beda istilah dan beda mekanisme, hal ini akan merubah hukumnya, dari yang haram menjadi halal....
- Namun tidak terlalu beda secara matematis, ini berarti "nilai guna" atau manfaatnya sama saja......
=====
DVA itu relatif.....
Secara "nilai guna", jika sistem perbankan konvensional diganti dengan sistem syariah, maka manfaatnya kurang lebih sama saja...... Ada yang membiayai negara pakai "obligasi", ada yang pakai "sukuk", saya lihat yang berhasil itu karena faktor kuat dan bagus ekonominya, bukan karena pakai obligasi atau sukuk.....
Secara "menyenangkan" aspirasi umat islam, ini bermanfaat untuk mempengaruhi umat agar mau memperkuat perbankan, terutama perbankan berbasis syariah....... Walau sebenarnya yang diperkuat jg berarti memperkuat pemilik saham, dan pemilik saham bisa siapa saja, baik muslim maupun non-muslim.....
Jika saudara ingin memperkuat "ekonomi syariah" yang sesungguhnya, itu yang benar yah melalui UKM-UKM, ini ekonomi kerakyatan, inilah ekonomi syariah yang asli, mari berkarya, mari membangun bangsa menurut apa yang kita bisa...... begitu caranya memperkuat ekonomi syariah.....
Sekali lagi, ekonomi syariah bukanlah ekonomi berbasis perbankan syariah...... menurut saya itu kamuflase.....
Tetapi ekonomi syariah adalah ekonomi berbasis kerakyatan, ekonomi berbasis UKM-UKM.....
Khusus buat saudara-saudara
Khusus buat saudara-saudara yang hendak ikut berdemo, saya akan berbagi sedikit tips keamanan dan keselamatan......
Perlu difahami, bahwa saya selama ini telah terang menolak demo, karena memiliki pandangan lain dan memperhitungkan scope luas dari pengaruhnya demi kebaikan bangsa dan negara ini..... Saya telah mengambil sikap dan memberikan argumen-argumen, mengapa saya menolak demo.....
Namun hal tersebut jangan saudara anggap bahwa saya "MEMUSUHI" orang-orang yang turut berdemo, tidak benar demikian, saya juga menyayangi kalian semuanya dan tidak menghendaki kecelakaan bagi kalian...... Fatwa Kehidupan bukan orang yang picik...... Beda itu biasa..... Jangan picik menyikapi perbedaan......
Cerita sedikit, dahulu, saya punya kelompok kecil, diantara anggotanya ada yang pantai meretas, kami banyak menghancurkan akun-akun dan group yang menistakan islam, Allah dan RasulNya, Qur'an dsb..... Namun saya berhenti dari yang demikian, mengapa??..... Karena didunia ini selalu saja ada orang-orang seperti itu, jika saya menuruti panas hati saya, maka seumur hidup saya akan panas hati dan marah-marah, sehingga saya terlena dan habis waktu saya tanpa berbuat banyak manfaat..... Pelan-pelan saya akan terseret arus emosi, sedang emosi itu celah setan, ia bisa menghasilkan:
1. hilangnya akal sehat
2. penurunan kualitas akal
3. cendrung membabi buta dan melanggar banyak hal demi memuaskan amarah yang meluap
4. lebih dekat kepada berbuat kerusakan daripada berbuat manfaat
Tips keamanan bagi para pendemo:
1. Sebaiknya bawalah helm, pelindung kepala, ini berguna jika terjadi rusuh, walau tidak dikehendaki, kemungkinan seperti itu tetap ada.... Helm bisa mencegah cidera, misal kejatuhan gas air mata yang ditembakkan ke atas, terkena lemparan batu yang bisa saja nyasar ke kepala...
2. Bawa minuman berkarbonasi, semisal coca-cola, gunakan ini untuk membasuh mata anda jika terkena gas air mata, reaksinya bisa menetralisir gas air mata..... Itu pertolongan pertama yang bisa digunakan menghadapi gas air mata.....
3. atau bawaalah handuk kecil, basahi dengan air dan tutupkan kemata bila terkena gas airmata, tidak perlu terkena mata....
4. oleskan odol berasa mint di bawah mata..... itu mengurangi sengatan gas air mata
5. kabur........... jangan mendekati gas airmata
Salam Damai
~FK~
Perlu difahami, bahwa saya selama ini telah terang menolak demo, karena memiliki pandangan lain dan memperhitungkan scope luas dari pengaruhnya demi kebaikan bangsa dan negara ini..... Saya telah mengambil sikap dan memberikan argumen-argumen, mengapa saya menolak demo.....
Namun hal tersebut jangan saudara anggap bahwa saya "MEMUSUHI" orang-orang yang turut berdemo, tidak benar demikian, saya juga menyayangi kalian semuanya dan tidak menghendaki kecelakaan bagi kalian...... Fatwa Kehidupan bukan orang yang picik...... Beda itu biasa..... Jangan picik menyikapi perbedaan......
Cerita sedikit, dahulu, saya punya kelompok kecil, diantara anggotanya ada yang pantai meretas, kami banyak menghancurkan akun-akun dan group yang menistakan islam, Allah dan RasulNya, Qur'an dsb..... Namun saya berhenti dari yang demikian, mengapa??..... Karena didunia ini selalu saja ada orang-orang seperti itu, jika saya menuruti panas hati saya, maka seumur hidup saya akan panas hati dan marah-marah, sehingga saya terlena dan habis waktu saya tanpa berbuat banyak manfaat..... Pelan-pelan saya akan terseret arus emosi, sedang emosi itu celah setan, ia bisa menghasilkan:
1. hilangnya akal sehat
2. penurunan kualitas akal
3. cendrung membabi buta dan melanggar banyak hal demi memuaskan amarah yang meluap
4. lebih dekat kepada berbuat kerusakan daripada berbuat manfaat
Tips keamanan bagi para pendemo:
1. Sebaiknya bawalah helm, pelindung kepala, ini berguna jika terjadi rusuh, walau tidak dikehendaki, kemungkinan seperti itu tetap ada.... Helm bisa mencegah cidera, misal kejatuhan gas air mata yang ditembakkan ke atas, terkena lemparan batu yang bisa saja nyasar ke kepala...
2. Bawa minuman berkarbonasi, semisal coca-cola, gunakan ini untuk membasuh mata anda jika terkena gas air mata, reaksinya bisa menetralisir gas air mata..... Itu pertolongan pertama yang bisa digunakan menghadapi gas air mata.....
3. atau bawaalah handuk kecil, basahi dengan air dan tutupkan kemata bila terkena gas airmata, tidak perlu terkena mata....
4. oleskan odol berasa mint di bawah mata..... itu mengurangi sengatan gas air mata
5. kabur........... jangan mendekati gas airmata
Salam Damai
~FK~
Langganan:
Postingan (Atom)