Minggu, 01 Mei 2016

Cecep Nurwahyudinata Salam Abah.

Cecep Nurwahyudinata Salam Abah. Nderek tanglet Abah. Lelaku sprti apa yg antum jalani ktika msh membujang. Bgikan pd kami sbgian/garis bsar pngalaman prjalanan yg abah tmpuh, smga dpt diambil faedah, dan manfangatnya. Salam ta'dzim Abah. Mturnuwun.
=========================================

baiklah saya akan ceritakan yang singkat...... 

Sebenarnya saya sudah mulai perjalanan saya sejak usia 17 th, waktu itu saya masih SMA dimana saya mengikuti sebuah thoriqoh...... Disitu saya menjalankan apa yang diperintahkan guru saya..... kalau dihitung sampai sekarang, berarti sudah berjalan 19 thn.... Saya mengikuti thoriqoh sebab hasrat saya begitu kuat untuk memahami Ketuhanan dikala itu........

Namun saat itu saya tidak bisa fokus penuh, karena saya punya kewajiban yang lain yaitu untuk sekolah...... lulus SMA, saya melanjutkan kuliah ke kalimantan, sambil sambil kerja kadang kadang, disana saya masih melanjutkan apa yang diajarkan guru saya...... Namun tetap dalam hati saya masih kurang puas, sebab saya masih tetap saja tidak bisa fokus penuh, karena ada kewajiban yang lain......

Nah, tahun 2007, saya pulang kembali ke jawa, hati saya gembira luar biasa, karena dalam hati saya berkata "ini saatnya", dimana saya bisa konsentrasi penuh untuk pencarian saya akan makna haqiqi dari Ketuhanan......

Sejak saat itu, rambut saya mulai memanjang, badan saya tidak terurus lagi, kurus dan dekil, tampilan saya sudah mirip gelandangan....... saya banyak menahan lapar, dan tidak pernah tidur di malam hari, hari hari saya, saya habiskan untuk berkontemplasi dan mengolah rasa, melatih diri saya sendiri........ beberapa tahun seperti itu..... saya mulai tercerahkan, namun masih ada beberapa titik dalam ruhani saya yang mengalami kebuntuan....... 

Dalam kebuntuan kebuntuan saya itu, suatu ketika saya dipertemukan oleh Allah dengan guru sambung terakhir saya. Saya mengikutinya berbulan bulan, melakukan penyerapan darinya...... Sampai tiba saatnya kami berpisah..... Lalu saya kembali melanjutkan perjalanan sendiri..... Setelah perpisahan kami itulah, semua kebuntuan kebuntuan dalam ruhani saya, menjadi lenyap, dan semua menjadi jelas terbuka bagi saya, tentang semua ini...... Saya telah mencapai pencerahan saya...... 

Suatu ketika saya menghentikan lelaku saya, karena Allah menyuruh saya untuk bekerja ke jakarta, disebuah perusahaan, dimana DIA sudah tunjukkan kepada saya...... Saya pun mengikutinya dan ke jakarta, walau saya masih "penasaran", dalam hati saya selalu bertanya, "mengapa Allah menyuruh saya kerja ke jakarta, dan meninggalkan lelaku saya?"...... 

Ternyata, terkemudian terjawab semua, bekerja di jakarta adalah sababiyah saya facebookan waktu itu, dimana sebelumnya saya tidak pernah suka bahkan anti facebook...... 1 tahun saya bekerja, kemudian saya berhenti dan pulang kampung, kembali melanjutkan perjalanan dan lelaku saya. Rambut saya kembali panjang, setelah sebelumnya sempat saya potong sebab mau kerja di jakarta, dan badan saya kembali tidak terurus lagi...... disaat inilah orang orang mulai banyak yang minta pelajaran dariku. singkat cerita, hari demi hari semakin banyak yang menjadi muridku, ataupun menyimak pelajaranku, berbondong bondong banyak sekali, sampai saya tidak tahu lagi jumlah mereka...... 

8 komentar: