Kamis, 12 Mei 2016

Decky Setiawan II Assalamu 'alaikum warohmatullahi wabarokatuh

Decky Setiawan II Assalamu 'alaikum warohmatullahi wabarokatuh
Abah menulis kalimat "kebetulan saya suka kebaikan" di posting tanya jawab jadi tentu saja pertanyaannya bagi manusia

Bukan arti dan makna qodo dan qodar yang saya tanyakan tapi hubungannya dengan kalimat abah yaitu "kebetulan"
Abah paham betul bahwa Tuhan sudah mengatur segalanya tapi kenapa abah gunakan kata "kebetulan"?
kenapa tidak menggunakan alhamdulillaah saya suka kebaikan.....
Saya ingin belajar ilmu tasawuf yang abah miliki jadi saya mohon dijawab dengan ilmu tasawuf abah karna sepengetahuan saya yang namanya "kebetulan" itu tidak ada karna Allah SWT sudah mengatur semuanya.....

Sekali lagi mohon maaf abah saya tidak ingin berdebat dan melukai tapi ingin sama2 berbagi dan melengkapi dan sama2 saling belajar
Mohon pencerahan abah
Salam _/\_

=================================
waalaikumsalam

heuheuheu..... begini, saya akan terangkan tentang bagaimana ilmu itu dipandang..... suatu ketika ditanyakan pertanyaan yang sama, yaitu tentang bintang, bagaimanakah keadaannya?.....

1. seorang anak kecil menjawab, bintang itu kecil, karena ia melihat dengan matanya, kenyataannya bintang itu kecil dimatanya...... 
2. seorang yang berpengetahuan menjawab bahwasannya bintang itu besar, sebab kecil nampaknya karena jauhnya jarak.....
3. seorang yang berpengertian menjawab bahwasannya bintang itu kecil, karena pada hakekatnya hanya Allah yang besar..... 

Jadi ilmu itu bisa diterangkan dan dijawab dalam cara yang berbeda....... tergantung pemahaman masing masing subyeknya, disitu "TIDAK ADA" yang salah, semuanya jawaban itu benar...... 

Sama dengan kasus pertanyaanmu tentang "kebetulan", saya mengatakan kebetulan bukan berarti saya tidak tahu bahwa Tuhan mengatur itu semua...... Saya faham betul semua, dan kalian semua juga faham itu...... 

Walau bagimu kebetulan itu tidak ada, bagi saya kebetulan itu ada, karena walau Allah telah mengatur semua yang akan terjadi, namun Allah tidak memberi tahu kita apa yang akan terjadi. Jika Allah memberitahu apa yang akan terjadi, saya tidak akan menyebutnya sebagai "KEBETULAN" tetapi menyebutnya sebagai "KEBENARAN".....

Jadi saya akan mengucapkan, "KEBENARAN saya suka yang baik"..... bukan "kebetulan saya suka yang baik"......

Apa bisa difahami?..... ucapan kebetulan itu berarti karena pengetahuan kita tidak menjangkau hari esok, sebab esok masih teka teki...... ucapan kebenaran itu tatkala pengetahuan kita menjangkau hari esok...... 

Karena saya tidak tahu besok saya akan tetap suka kebaikan atau tidak, maka saya katakan, "kebetulan saya suka yang baik"...... Jika saya bisa memastikan esok saya masih suka kebaikan, saya akan katakan, "kebenaran saya suka yang baik"..... 

2. kenapa tidak menggunakan alhamdulillaah saya suka kebaikan.....? ====>> lho, yg ngomong kan saya bukan kamu, kok malah ngatur orang harus ngomong apa..... yah suka suka saya donk...... heuheuheu..... emang kamu mau diatur org lain cara ngomongmu??..... itu gak sopan kan ngatur2 org hrs ngomong apa?.....



10 komentar: