Kamis, 07 Desember 2017

Contoh kasus.....

Seorang murid mendapatkan sebuah petunjuk dari gaibiyah atas suatu hal perkara,  demikian juga seorang guru mendapatkan petunjuk atas perkara yang sama..... Namun petunjuk itu bertentangan satu dengan lainnya,  yg didapat guru dengan muridnya....  Apa yang harus dilakukan murid???.....

Murid mesti mengikuti petunjuk gurunya dan menyingkirkan petunjuk yang diperolehnya sendiri.....  Demikian caranya.....

Bagaimana jika ternyata petunjuk yang diterima murid lebih jelas dan benar ketimbang petunjuk yang diterima gurunya ternyata salah??....

Murid mesti mengikuti petunjuk gurunya, walau andaikata itu salah sekalipun,  keutamaan dari murid atas tawadhu nya akan mengangkat derajatnya satu derajad lebih tinggi.....

Bilamana murid mengikuti inisiatifnya sendiri,  maka meskipun benar sekalipun,  dia akan mendapatkan satu derajad istidroj dan penurunan derajad.....

Allah kadang sengaja membuat perkara seperti itu,  dimana guru dan murid sama diberi petunjuk,  dan petunjuk yg diterima guru salah sedang petunjuk yang diterima murid malah benar.....  Hal ini untuk menguji keduanya.....

Guru akan diuji kesabarannya menghadapi hal spt itu....  Sdg murid akan diuji ketawadhuannya.....

Disinilah biasanya murid menjadi sedikit besar kepala kepada gurunya sendiri....  Lalu terbit kesombongannya,  dan dia sudah gagal ujian....

Seperti itulah caranya berjalan,  jangan pada tertipu daya jebakan jebakan batiniah.....

Menjadi murid adalah sebuah keutamaan dan keunggulan....  Karena andaikata seorang murid mengikuti petunjuk gurunya dan itu salah, maka gurunya yang akan menanggung semua beban dan konsekuensinya....

Menjadi guru adalah sebuah keutamaan dan keunggulan....  Karena andaikata guru salah sekalipun mendidik muridnya,  maka niatan baik dan keikhlasannya adalah pengampunan baginya....



3 komentar: