Sabtu, 19 Agustus 2017

AM Seorang teman mengakui saat kami ngobrol bhw dia jarang sekali, bahkan hampir tak pernah berdo'a; baginya berdo'a itu seperti meminta, pdhl Alloh sdh kasih kita segalanya. Trus mau apa lagi kita? Katanya. Ah, Setidaknya kita melakukan perintahNya untuk berdoa kataku.
Ia lalu merenung sejenak lalu menambahkan, "entahlah, mungkin doaku sekarang lebih bersifat af'al artinya jika aku ingin selamat maka aku berhati-hati, jika aku ingin punya duit maka aku ihtiar."
Lalu kita sama2 diam. Dan kita akhiri pertemuan itu dg kalimat "tanpa memintapun Allah tahu dan bahkan sdh memenuhi hajat kita, tapi apakah cukup kita ungkapkan cinta tanpa katakata? Jika begitu apa gunanya syair dan puisi? Istriku saja kadang minta dirayu padahal dia sudah tahu cintaku besar padanya."

==================
bagus mas.... mantap....

ini sekedar guyon yah....  bagian yang ini ==> "......Istriku saja kadang minta dirayu padahal dia sudah tahu cintaku besar padanya."

ini mungkin karena dia sedang ingin dimanja, atau bisa jadi karena curiga biasanya mas..... jadi jangan senang dulu kalau istri minta dirayu, kadang dia ngetes, kalau rayuanmu "rasanya" beda, dia akan berfikir, "jangan-jangan suamiku....."..... heuheu

Manusia masih perlu/merasa perlu "ngetes" karena belum mampu memahami isi hati orang lain, lalu untuk mengukurnya/menjajaki, mereka mulai "ngetes"....

Beda dengan Tuhan, DIA tidak ngetes, karena sudah tahu jawabannya, sudah tahu isi hati manusia, Tuhan tidak ngetes untuk mencari tahu/menjajaki, tapi untuk membuat contoh....

Seperti ketika Ibrahim as diperintah untuk menyembelih Ismail as, Allah tidak ngetes Ibrahim as, karena DIA sudah tahu kesetiaan hati Ibrahim as kepadaNYA, DIA sedang membuat contoh bagi Ibrahim as dan seluruh umat manusia..... 

Demikian dengan berdoa, saya berdoa untuk membuat contoh bagi orang2....saya tidak dalam rangka "mengetes" atau menjajaki Allah, sebab sudah yakin, kalau saya minta ataupun gak minta adalah sama saja, sama-sama dikabulkan..... Anak2 perlu contoh.... Itu saja sebabnya....






 

2 komentar:

  1. Salamun Qaulammir Robbir Rohiim Yaaa Syekh Muhammad Zuhri,,,,,
    Bil Barokati Al FATIHAH x313

    BalasHapus