Minggu, 20 Agustus 2017

SP Tidak nge tes ?
Dan allah menciptakan perhiasan dunia , harta, istri dan anak, kekurangan harta, buah buahan, air ,sebagai ujian ...

Dan tuhan menciptakan perumpamaan perumpamaan sebagai ujian dan membedakan manusia memahami secara benar dan dia buat menyesatkan bagi orang2 yg sesat...

========================
anak, istri, harta dsb, itu semua disebut sebagai "FITNAH"..... tapi ada yang mengartikannya sebagai ujian.... tapi baiklah kita akan ulas..... anda perlu konsentrasi supaya bisa menangkap apa yang disampaikan ini.....

Saya akan beri sedikit ilustrasi kepada anda semua, agar bisa lebih memahami bahasa AL-Qur'an.... 

Katakanlah anda mempunyai seorang kakak yang bernama "joko", lalu anda juga mempunyai anak kecil..... Kemudian anda berkata kepada anak anda, "nak, tolong kasih ini ke 'Pakde' Joko".....

Nah, padahal joko itukan kakakmu, kenapa kamu panggil dia "pakde"???...... Jadi joko itu kakakmu apa pakdemu??..... mana yang benar??.....

Lalu kamu jawab, "joko itu kakak saya, saya manggil dia pakde hanya untuk memberi contoh saja buat anak saya, bagaimana cara memanggilnya"

Lah, bahasa "ujian" dari Allah itu persis seperti itu, jadi Allah itu tidak bermaksud benar2 menguji, dalam pengertian menjajaki untuk mencari tahu, tapi istilah itu adalah untuk memberi contoh, mengarahkan pemikiranmu saja, agar seolah-olah Allah itu memberi ujian kepadamu.....

Sebab penggunaan istilah "ujian", bisa menjadikan pengertian yang batil bilamana difahami orang bahwa Allah itu menguji dalam artian menjajaki makhlukNYA untuk mencari tahu.....

saya ilustrasikan "ujian" dalam pengertian spt ini, :

Katakanlah Tuhan hendak menguji nabi Ibrahim spt ini, "Aku mau uji Ibrahim, benarkah dia setia kepadaku atau tidak, biar Kusuruh dia sembelih anaknya".... Lalu setelah Ibrahim melaksanakannya, maka Tuhan berkata, "Ibrahim, sekarang Aku baru tahu kesetiaanmu kepadaKu, kamu lulus ujianKu"...... 

Nah pengertian ujian seperti diatas malah batil, sebab akan kontradiksi dengan sifat "KemahaTahuan" Allah..... Masa Allah meraba-raba keadaan, tidak mengetahui kesetian Ibrahim, sehingga perlu mengadakan ujian dahulu, baru tahu kesetiaan Ibrahim???..... Padahal Allah Maha Tahu, bagaimana bisa yang maha tahu, meraba-raba keadaan dengan memberi ujian, untuk mengetahui mana hamba2 yang sholih dan mana yang tidak???...... aneh..... itu kontradiktif.....

Jadi dalam bahasa Al-Qur'an, ketika Allah itu mengatakan "menguji", itu seperti ketika kamu memanggil kakakmu si "joko" dengan sebutan pakde, padahal bukan benar2 pakdemu, itu untuk memberi contoh anakmu, Allah pun juga memberi contoh makhlukNYA, tapi bukan dalam pengertian secara harfiah, yaitu menguji untuk mencari tahu, sebab DIA sudah MAHA TAHU.... 

Jadi jangan tertipu "bahasa".....







3 komentar: